Nosel.id Jakarta- Yeny S lahir dan besar di Surabaya, kota yang menjadi saksi perjalanan hidupnya sejak masa kanak-kanak hingga saat ini.
Ia tumbuh di lingkungan kampung yang sederhana, penuh kehangatan, dan nilai kekeluargaan yang kuat. Masa kecilnya diwarnai oleh kasih sayang kedua orang tua yang selalu bekerja keras demi keluarga.
Bagi Yeny, sosok ayah dan ibu adalah teladan yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri.
Keduanya tidak hanya mengajarkan arti kerja keras, tetapi juga menunjukkan bagaimana cinta dan perhatian dapat menjadi fondasi utama dalam sebuah keluarga.
Nilai-nilai itulah yang terus ia pegang hingga kini, saat menjalani perannya sebagai seorang istri, ibu, sekaligus wanita karier.
Dalam dunia profesional, Yeny berkarier sebagai Business Consultant di PT Indomobil Prima Niaga. Kesibukan pekerjaan tentu menjadi bagian dari kesehariannya.
Namun di tengah rutinitas tersebut, ia menemukan satu aktivitas yang perlahan mengubah hidupnya, yaitu olahraga lari.
Menariknya, perjalanan Yeny di dunia lari bermula dari sebuah ajakan sederhana. Saat itu, seorang teman di tempat gym mengajaknya mengikuti sebuah event lari yang diadakan komunitas kebugaran. Dari rasa penasaran, ia mulai mencoba berlari perlahan di lingkungan perumahan tempat tinggalnya.
Langkah-langkah kecil itu kemudian berkembang menjadi kebiasaan yang membawa banyak perubahan positif dalam hidupnya.

Salah satu pengalaman yang semakin menumbuhkan kecintaannya terhadap olahraga lari adalah ketika mengikuti event Maze Run di kawasan bersejarah Tugu Pahlawan, Surabaya.
Sejak saat itu, dunia running menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesehariannya.
Menurut Yeny, manfaat yang ia rasakan dari olahraga lari jauh melampaui kesehatan fisik. Running membawanya bertemu banyak teman baru, memperluas jaringan pertemanan, dan membuka kesempatan untuk belajar banyak hal.
Ia juga merasa olahraga telah membantunya menjadi pribadi yang lebih percaya diri.
“Dulu mungkin saya lebih pemalu, tetapi setelah aktif di komunitas dan sering mengikuti event, saya jadi lebih berani tampil di depan kamera, bahkan belajar membuat konten dan berbagi pengalaman kepada orang lain,” ungkapnya.
Namun seperti halnya setiap proses, ada tantangan yang harus dihadapi. Setelah mendaftar sebuah race atau kompetisi lari, Yeny harus berkomitmen untuk menjalani latihan secara disiplin.
Di sela-sela kesibukan pekerjaan dan keluarga, ia menyisihkan waktu untuk berlatih sendiri di area perumahan setiap Selasa hingga Jumat.
Sementara pada akhir pekan, ia menjalani long run dan latihan naik gunung untuk mencari elevasi yang dibutuhkan dalam persiapan lomba.
Bagi sebagian orang, jadwal latihan yang padat mungkin terasa berat. Namun bagi Yeny, semua itu adalah bagian dari perjalanan yang justru membuatnya semakin menghargai proses dan hasil yang diraih.
Di balik semangatnya berolahraga, tersimpan harapan sederhana namun sangat menyentuh. Ia ingin tetap sehat dan aktif hingga usia lanjut. Ia ingin terus bisa berolahraga, menjaga kebugaran tubuh, serta menikmati waktu bersama keluarga tercinta.
Lebih dari sekadar mengejar target pribadi, Yeny berharap dapat terus mendampingi anak-anaknya hingga dewasa, menyaksikan mereka membangun kehidupan masing-masing, bahkan suatu hari nanti bermain bersama cucu-cucunya.
Baginya, kesehatan adalah investasi terbesar yang bisa diberikan kepada diri sendiri dan keluarga. Ia tidak ingin menjadi beban bagi anak-anak di masa depan. Justru sebaliknya, ia ingin menjadi sosok ibu yang tetap mandiri, aktif, dan penuh semangat menjalani kehidupan.
Melalui kisahnya, Yeny juga ingin mengajak lebih banyak perempuan, khususnya para ibu, untuk mulai peduli terhadap kesehatan diri sendiri.
“Semoga saya bisa menjadi inspirasi untuk ibu-ibu lainnya bahwa olahraga itu sangat penting untuk kehidupan.
Tidak harus langsung hebat atau cepat, yang penting mulai dulu dan konsisten.”
Di akhir perbincangan, Yeny membagikan sebuah pesan sederhana yang selalu ia pegang dalam menjalani hidup.
“Bersyukur membuat hidup terasa lebih ringan. Jangan selalu melihat ke atas, karena hidup bukanlah sebuah perlombaan.
Hidup adalah perjalanan yang perlu dinikmati.”

Sebuah pesan yang mencerminkan dirinya dengan sempurna. Di tengah kesibukan sebagai wanita karier, istri, ibu, dan pelari, Yeny memilih menjalani hidup dengan penuh rasa syukur.
Karena baginya, kebahagiaan bukan tentang menjadi yang paling cepat atau paling tinggi, melainkan tentang menikmati setiap langkah yang sedang dijalani dengan hati yang tulus dan sehat.
Source image: yesy s






