Tuca MUA: Dari Hobi Makeup hingga Menemukan Passion di Dunia Kecantikan

Nosel.id Jakarta- Tumbuh di Cinere sebagai anak pertama dari tiga bersaudara membuat masa kecil Tuca penuh cerita.

Ia memiliki dua adik laki-laki dengan jarak usia yang cukup dekat, sehingga sejak kecil mereka lebih sering tumbuh sebagai teman bermain. Ditambah mayoritas sepupunya juga laki-laki, Tuca mengaku masa kecilnya justru lebih tomboy.

Memasuki SMA di sekolah yang seluruh siswanya perempuan, sisi feminin Tuca mulai muncul.

Tuca mulai ingin tampil lebih cantik dan mengenal dunia makeup. Awalnya, makeup hanya menjadi kegemaran untuk dirinya sendiri. Ia belajar secara otodidak melalui YouTube.

Namun, kemampuan tersebut ternyata menarik perhatian teman-temannya. Satu per satu mulai meminta Tuca untuk merias mereka.

Melihat potensi tersebut, sang pasangan yang kini menjadi suaminya menyarankan agar Tuca serius mendalami dunia makeup.

Tanpa pengalaman kursus sebelumnya, Tuca akhirnya mengambil kelas basic to pro pertamanya.

Dari situlah perjalanan sebagai MUA (Makeup Artist) mulai berkembang hingga menjadi profesi yang benar-benar ia nikmati.

Portofolio & klien

Menjadi MUA ternyata juga mengubah banyak hal dalam dirinya. Tuca yang sebelumnya tidak terlalu memperhatikan waktu perlahan menjadi pribadi yang lebih disiplin dan tepat waktu.

Rutinitas makeup yang sering dimulai sejak subuh membuatnya terbiasa bangun pagi dan mengatur jadwal dengan lebih baik.

Hal paling menyenangkan baginya adalah melihat kebahagiaan klien setelah selesai dirias, terutama ketika mereka merasa semakin cantik di hari spesialnya.

Saat client bilang mereka suka banget makeup-nya, rasanya ikut senang karena bisa membuat mereka merasa semakin cantik di hari spesialnya.”

Namun, di balik kesenangan tersebut ada tantangan yang harus dihadapi. Jadwal makeup yang terkadang dimulai sangat pagi membuat waktu tidur menjadi berkurang. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan.

Ke depan, Tuca memiliki harapan sederhana namun sangat berarti. Ia ingin selalu diberikan kesehatan dan umur panjang agar bersama suaminya dapat terus mendampingi dan membersamai anak mereka dalam setiap tahap kehidupannya.

Bagi Tuca, kehidupan juga mengajarkan satu hal penting:

Tetap tulus dan terus berbuat baik, meskipun kebaikan yang diberikan tidak selalu dibalas dengan hal yang sama.

Kadang orang yang kita beri kebaikan belum tentu membalasnya dengan baik juga.

Tapi percayalah, kebaikan bisa datang dari mana saja. Berkat baik itu nggak akan habis.”

Perjalanan Tuca MUA menjadi cerita tentang bagaimana sebuah hobi sederhana dapat berkembang menjadi passion dan profesi. Dari belajar makeup secara otodidak hingga

dipercaya merias orang lain di momen-momen penting, ia membuktikan bahwa ketika kesempatan datang, keberanian untuk belajar dan keseriusan menjalaninya dapat membuka jalan yang lebih luas.

 

 

Source image: Tuca