Nosel.id Jakarta- Berasal dari Tabanan, Bali, Sintya Devi tumbuh di lingkungan yang menurutnya begitu indah dan hangat.
Hamparan persawahan yang hijau, udara yang sejuk, serta masyarakat yang ramah membuat Tabanan menjadi tempat yang memiliki kesan istimewa baginya.
Saat ini, Sintya membantu partnernya mengelola bisnis billiard di kotanya. Di sisi lain, ia juga aktif menjalankan small business dengan berjualan pakaian wanita melalui media sosial.
Di luar kesibukannya, Sintya memiliki beberapa hobi yang membuat hari-harinya semakin berwarna. Ia senang berburu tempat-tempat aesthetic untuk berfoto. Belakangan ini, memasak juga menjadi salah satu hobi baru yang mulai ia nikmati.
Dalam perjalanan pekerjaannya, Sintya merasakan banyak hal positif.
Waktu yang fleksibel memberinya ruang untuk mengatur aktivitas, sementara pengalaman dan wawasan baru yang diperoleh dari orang-orang di sekitarnya membuatnya semakin berkembang.

Bertemu banyak orang juga membuka kesempatan untuk memperluas relasi.
Namun, tentu ada tantangannya. Salah satunya adalah menghadapi customer yang terkadang membuatnya PHP atau tidak memberikan kepastian, ditambah tuntutan target dan deadline yang harus diselesaikan.

Dari berbagai pengalaman tersebut, Sintya belajar bahwa setiap perjalanan memiliki ritmenya masing-masing. Tidak semua hal harus dicapai dengan cepat. Yang terpenting adalah tetap bergerak dan tidak berhenti hanya karena prosesnya terasa lambat.
“Jangan takut berjalan perlahan, takutlah jika berhenti melangkah. Setiap proses memiliki waktunya, dan setiap perjuangan akan menemukan hasilnya.”
Source image: Sintya Devi






