Nosel.id Jakarta- Cintia Fauziah berasal dari Ciamis, Jawa Barat. Sejak kecil, ia lebih banyak dirawat oleh kakek dan nenek karena kedua orang tuanya bekerja, hingga kemudian berpisah ketika Cintia masih kecil.
Kedekatannya dengan sang nenek menjadi bagian paling berharga dalam hidupnya. Banyak kenangan masa kecil yang tidak terlupakan, mulai dari diantar dan dijemput sekolah hingga mengaji.
Sang nenek menjadi sosok yang sangat dekat dengannya hingga akhirnya berpulang beberapa bulan lalu. Kenangan bersama nenek di kampung halaman menjadi salah satu memori terindah yang selalu ia bawa.
Setelah lulus SMA, Cintia pindah ke Tangerang dan mulai membangun perjalanan hidupnya sendiri.
Sejak 2013, ia menekuni profesi sebagai pramugari, pekerjaan yang membawanya bertemu banyak orang, mengunjungi berbagai kota dan negara, mencicipi kuliner, serta mengenal beragam budaya.

Di luar pekerjaan, Cintia juga aktif menjaga kebugaran melalui HYROX, lari, pilates, dan padel. Ia juga mengembangkan kemampuan di bidang kecantikan dan telah menjadi Certified Makeup Artist (MUA).
Menjadi pramugari tentu memiliki suka dan duka. Ia bersyukur bisa mendapatkan pengalaman dan perjalanan yang luas, tetapi di sisi lain harus terbiasa bangun dini hari saat orang lain masih terlelap. Momen hari besar pun terkadang harus dilewati jauh dari keluarga.
Meski begitu, Cintia terus berusaha menjalani berbagai perannya dengan seimbang.
Ke depan, ia ingin menjadi pribadi yang semakin baik, tetap dekat dengan keluarga, mengembangkan bakat dan hobi, serta memiliki usaha sendiri di luar profesinya sebagai pramugari dan MUA.

Baginya, kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana dirinya dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi lingkungan sekitar.
“Jadilah perempuan yang lembut hatinya, kuat langkahnya, dan besar mimpinya.
Tak perlu membuktikan apa pun kepada dunia, cukup buktikan kepada dirimu bahwa kamu bisa.”
Source image: Cintia Fauziah






