Nosel.id Jakarta- Berasal dari Kabupaten Tulungagung, kota yang dikenal dengan julukan Kota Marmer Ria Kolifatu tumbuh dalam suasana desa yang hangat dan penuh kasih sayang keluarga.
Sebagai anak tunggal, ia terbiasa mandiri namun tetap memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan keluarga.
Lingkungan sederhana yang penuh nilai kebersamaan membentuknya menjadi pribadi yang fleksibel, hangat, dan penuh semangat menjalani hidup.
Ria sering menggambarkan dirinya memiliki dua sisi kepribadian yang unik: di satu waktu ia bisa tampil anggun sebagai model, di waktu lain ia menjelma menjadi cyclist yang tangguh di atas sepeda.
Dua dunia yang berbeda, namun justru saling melengkapi perjalanan hidupnya.
Dalam kesehariannya, Ria bekerja di salah satu bank swasta di Tulungagung. Rutinitas pekerjaan kantor tidak membuatnya meninggalkan gaya hidup aktif.
Ia tetap menyempatkan diri berolahraga sebelum jam kerja di hari kerja, sementara akhir pekan menjadi waktu favorit untuk aktivitas fisik yang lebih panjang.
Perjalanan olahraga Ria sebenarnya sudah dimulai sejak SD, saat ia aktif mengikuti klub voli.
Namun seiring bertambahnya usia, tuntutan waktu membuatnya harus mengambil keputusan sulit: meninggalkan klub tersebut dan beralih ke olahraga yang lebih fleksibel.

Dari situlah kecintaannya pada dunia cycling tumbuh, sebuah aktivitas yang bisa ia lakukan kapan saja tanpa mengganggu tanggung jawab lainnya.
Di luar rutinitas kantor dan olahraga, Ria juga aktif sebagai model atau muse yang biasanya ia jalani di akhir pekan.
Dunia modeling memberinya ruang untuk bertemu banyak orang baru dari berbagai kota, mulai dari makeup artist, fotografer, hingga sesama model.
Baginya, setiap proyek adalah pengalaman baru yang memperluas jaringan pertemanan sekaligus menambah kepercayaan diri.
Menariknya, ketika ditanya tentang duka di dunia modeling, Ria justru menjawab dengan ringan, “Sepertinya tidak ada.”
Baginya, setiap pengalaman adalah kesempatan untuk belajar dan menikmati proses.
Ria percaya bahwa karier dan hobi tidak harus saling mengalahkan. Justru keduanya bisa berjalan berdampingan selama dikelola dengan niat dan komitmen yang tepat.
Harapannya sederhana: semoga hobi dan karier dapat terus berjalan bersama dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

Ria menutup kisahnya dengan pesan yang sederhana namun penuh makna:
“Padi yang dipanen hari ini tidak ditanam kemarin sore.
Begitu juga keberhasilan, ia lahir dari proses panjang, bukan hasil instan. Semangat berproses semua.”
Kisah Ria Kolifatu adalah pengingat bahwa hidup bukan tentang memilih satu jalan dan meninggalkan yang lain.
Melainkan tentang menemukan ritme terbaik untuk menjalani semuanya dengan penuh syukur dan konsistensi.
Source image: ria






