Arma: Berlari untuk Mencintai Diri, Menguatkan Keluarga

Nosel.id Jakarta- Arma, perempuan asal Makassar yang kini menetap di Gowa, percaya bahwa setiap fase kehidupan selalu membawa kesempatan untuk bertumbuh. Memasuki usia 40 tahun, ia mengambil keputusan besar dengan mengundurkan diri dari pekerjaannya dan memilih fokus menjadi ibu rumah tangga.

Baginya, mendampingi anak-anak yang mulai beranjak remaja adalah prioritas utama. Di saat yang sama, ia juga mendukung sang suami dalam membangun bisnis race management yang bergerak di dunia olahraga lari.

Perjalanan Arma di dunia lari bermula dari niat sederhana, yaitu menurunkan berat badan setelah melewati masa kehamilan dan menyusui dua anaknya.

Namun seiring waktu, olahraga tidak lagi sekadar menjadi cara menjaga penampilan.

Lari telah menjadi bagian dari gaya hidup dan investasi kesehatan yang ia yakini akan memberikan manfaat hingga usia senja.

Rutinitasnya mencerminkan komitmen yang luar biasa. Dalam seminggu, Arma hanya mengambil satu hari untuk beristirahat. Selebihnya, pagi hari diisi dengan latihan di pusat kebugaran, sementara sore harinya ia berlari sedikitnya lima kilometer.

Baginya, olahraga bukan hanya membuat tubuh lebih bugar, tetapi juga menjaga kesehatan mental, menghadirkan rasa bahagia, dan menjadi ruang untuk mencintai diri sendiri.

Kecintaannya pada dunia lari membawanya mengikuti berbagai ajang bergengsi, seperti Maybank Bali Marathon, Borobudur Marathon, Jogja Marathon, Jakarta Running Festival (JRF), Standard Chartered Singapore Marathon, hingga Rinjani100.

Dari semua pengalaman tersebut, Maybank Bali Marathon memiliki tempat paling istimewa karena menjadi ajang pertama ketika ia menaklukkan kategori marathon penuh. Pengalaman itu menjadi bukti bahwa batas seseorang sering kali hanya ada di dalam pikirannya.

Melalui perjalanan hidupnya, Arma ingin menginspirasi lebih banyak perempuan, terutama para ibu rumah tangga, agar tidak melupakan diri sendiri di tengah kesibukan mengurus keluarga.

Menurutnya, olahraga adalah bentuk penghargaan terhadap diri sekaligus investasi terbaik untuk menghadapi masa tua dengan tubuh yang kuat dan sehat.

Bukankah sebelum mencintai orang lain, keluarga, suami, dan anak-anak kita harus terlebih dahulu mencintai diri sendiri?

Apresiasi dirimu dengan investasi otot. Karena tubuh yang sehat adalah bekal terbaik untuk terus mencintai dan membersamai orang-orang yang kita sayangi.

 

 

Source image: Arma