Nosel.id Jakarta- Lahir di Malang dan hanya menghabiskan dua tahun pertama hidupnya di sana, Fya Jasmine tumbuh besar di Jakarta, kota yang penuh dinamika sekaligus membuka banyak peluang.
Di tengah ritme ibu kota yang cepat, Fya menjalani perjalanan karier yang tidak biasa: dari dunia corporate menuju dunia seni kecantikan yang ia cintai sepenuh hati.
Selama 12 tahun, Fya berkarier sebagai Public Relations di dunia korporasi. Profesi tersebut membentuk dirinya menjadi pribadi yang komunikatif, profesional, dan terbiasa bekerja dalam tekanan.
Namun pandemi menjadi titik refleksi besar dalam hidupnya.
Di masa yang penuh ketidakpastian itu, Fya justru menemukan keberanian untuk mengikuti panggilan hatinya: menjadi seorang make up artist.
Bagi Fya, make up bukan sekadar pekerjaan. Ia menggambarkannya sebagai proses melukis, hanya saja kanvasnya adalah wajah manusia.
Setiap sesi riasan bukanlah rutinitas kerja, melainkan momen kreatif yang menghadirkan kebahagiaan. Ada kepuasan tersendiri saat melihat seseorang merasa lebih percaya diri dan bersinar setelah dirias.
Perjalanan Fya di dunia make up tidak lepas dari sosok yang ia kagumi, Bennu Sorumba, yang menjadi guru pertamanya.

Portofolio client Fya
Ia terinspirasi bukan hanya oleh keahlian tangan sang mentor, tetapi juga oleh kepribadian dan keteguhannya dalam menjalani kehidupan dengan nilai-nilai spiritual yang kuat.
Dari sana, Fya belajar bahwa kesuksesan bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang karakter dan ketulusan.
Menjalani profesi baru tentu memiliki tantangan. Jadwal pekerjaan yang sering dimulai sejak pagi membuatnya harus rela kurang tidur.
Namun bagi Fya, semua itu sebanding dengan kebahagiaan yang ia rasakan. Ia bahkan mengatakan bahwa 95% dari perjalanan karier barunya dipenuhi rasa suka.
Interaksi dengan orang-orang baru, cerita-cerita yang ia dengar, serta kepercayaan klien menjadi energi yang membuatnya terus melangkah.
Memasuki tahun 2026, Fya melihat babak baru dalam hidupnya. Ia berharap tahun ini menjadi titik perubahan yang membawa pertumbuhan, baik dalam kehidupan pribadi maupun karier.
Semangatnya sederhana namun kuat: terus berkembang, terus belajar, dan terus berkarya melalui passion yang ia cintai.

Fya percaya bahwa hidup hanya sekali, sehingga harus dijalani dengan keberanian untuk mengikuti mimpi.
Baginya, passion bukan sekadar minat, tetapi kekuatan yang mampu membawa seseorang menuju kebahagiaan.
Kisah Fya Jasmine menjadi pengingat bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai kembali.
Terkadang, langkah terbesar dalam hidup adalah keberanian untuk berpindah jalur dan mempercayai bahwa passion akan menuntun kita ke tempat yang tepat.
Source image: fya






