Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Jakarta, Farah Lisani tumbuh sebagai anak pertama sekaligus cucu pertama di keluarganya.
Sejak kecil, ia dikelilingi cinta yang berlimpah, perhatian orang tua, dukungan kakek-nenek, dan suasana keluarga yang hangat membentuknya menjadi pribadi yang kuat sekaligus penyayang.
Namun perjalanan hidupnya tidak selalu mulus.
Saat duduk di bangku SMA hingga kuliah, Farah pernah mengalami masa yang cukup menantang. Ia kerap menjadi bahan bully karena penampilannya.
Ia merasa tidak percaya diri, bahkan untuk sekadar berdandan atau memakai makeup pun ia merasa tidak bisa.
Di masa itu, Farah pernah memandang dirinya dengan keraguan.

Alih-alih tenggelam dalam rasa minder, pengalaman tersebut justru menjadi titik balik.
Ia belajar bahwa penerimaan diri adalah fondasi dari segala perubahan. Bahwa setiap orang punya prosesnya masing-masing untuk bertumbuh.
Hari ini, Farah menjalani profesi yang justru mempertemukannya dengan banyak orang dan pengalaman baru setiap hari.
Dunia kerjanya dinamis, tempat kerja yang berbeda-beda, klien dari luar kota hingga luar negeri, tantangan yang terus berubah. Baginya, inilah bagian paling menyenangkan: kesempatan untuk terus belajar, memperluas jaringan, dan melihat dunia dari perspektif yang lebih luas.
“Setiap hari selalu ada cerita baru,” ujarnya.
Ia menikmati proses bertemu karakter yang berbeda, menghadapi tantangan yang tak selalu mudah, hingga beradaptasi dengan lingkungan baru.
Dari situ, mentalnya terasah, keberaniannya tumbuh, dan rasa percaya dirinya semakin kokoh.
Bagi Farah, hidup adalah tentang keberanian mengambil langkah.
Ia percaya, tidak ada keajaiban tanpa risiko. Tidak ada perubahan tanpa keberanian mencoba. Prinsip itulah yang ia pegang teguh dalam setiap keputusan hidupnya.
Doa dan harapannya sederhana namun tulus: semoga keluarga, teman, dan seluruh kolega selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, serta kesuksesan dunia dan akhirat.
Baginya, pencapaian pribadi akan terasa lebih berarti ketika orang-orang terdekat juga ikut bertumbuh dan bahagia.

Di akhir perbincangan, Farah membagikan pesan yang menjadi pegangan hidupnya:
“No risk, no magic. No try, no breakthrough.”
Karena sering kali, keberanian untuk mencoba adalah awal dari versi terbaik diri kita sendiri.
Source image: farah






