Nosel.id Jakarta- Anak Agung Ayu Dwi Pranita, biasa dipanggil Gung Nitha atau Nitha lahir dan besar di Bali, tepatnya di Desa Carangsari, sebuah desa wisata yang dikenal dengan udara sejuk dan alam yang menenangkan.
Tumbuh di lingkungan kampung yang asri, Nitha menikmati masa kecil yang sederhana namun penuh kebahagiaan, tanpa gawai, tanpa hiruk pikuk digital, tetapi kaya akan kebersamaan dan nilai kehidupan.
Ia berasal dari keturunan Ksatria, sebuah kasta yang bagi masyarakat Bali sarat dengan makna tanggung jawab, kehormatan, dan keteguhan sikap.
Sejak kecil, ketertarikan Nitha pada dunia kecantikan sudah terlihat.
Ia gemar berdandan dan bereksplorasi di depan cermin, menjadikan aktivitas bersolek bukan sekadar hobi, melainkan ruang ekspresi diri.
Ketika beranjak remaja dan memutuskan merantau ke Denpasar, Nitha ingin mencoba hal-hal baru dalam hidupnya.
Selain bekerja di dunia perkantoran, ia memberanikan diri menekuni usaha sampingan yang selaras dengan passion-nya: make up artist.

Perjalanan Nitha di dunia make up dimulai secara mandiri.
Tanpa sekolah formal, tanpa mentor khusus, ia belajar dari praktik, pengalaman lapangan, dan berbagai video di YouTube.
Semua ia jalani secara otodidak sejak tahun 2014 hingga hari ini. Konsistensi, ketekunan, dan keberanian untuk terus mencoba menjadi guru terbaiknya.
Dari tangan dan kemauan belajarnya sendiri, hobi perlahan menjelma menjadi profesi yang menghidupi sekaligus membahagiakan.
Tentu, perjalanan ini tidak selalu mulus. Ada banyak suka dan duka yang ia rasakan, meski baginya sisi bahagia jauh lebih mendominasi.
Tantangan datang dalam berbagai bentuk, klien yang tiba-tiba membatalkan janji, komunikasi yang tidak jelas, hingga sikap kurang menghargai waktu.
Pernah suatu pagi, janji make up sudah disepakati pukul lima subuh, namun saat Nitha tiba, klien masih terlelap tidur.
Dari pengalaman-pengalaman inilah ia belajar satu hal penting: profesionalisme dan saling menghargai waktu adalah fondasi utama dalam bekerja.
Di balik semua dinamika itu, Nitha tetap melangkah dengan hati yang penuh syukur.
Harapannya sederhana namun mendalam, agar ia dan keluarganya senantiasa diberi kesehatan, kebahagiaan, dan kelancaran dalam setiap urusan hidup.
Baginya, keberhasilan bukan hanya soal pencapaian pribadi, tetapi juga tentang ketenangan dan kesejahteraan orang-orang terdekat.

Nitha Pramitha percaya bahwa hidup tidak pernah meminta kita untuk sempurna, melainkan berani bergerak. Seperti prinsip yang selalu ia pegang:
Hidup adalah tentang melangkah maju, bukan berdiam di tempat. Jangan takut gagal takutlah jika tidak pernah mencoba.
Dari desa sejuk di Bali hingga dunia profesional yang ia bangun dengan tangannya sendiri, kisah Nitha adalah bukti bahwa keberanian untuk memulai bisa membawa seseorang sejauh yang ia impikan.
Source image; nitha






