Alya Naswa Syakira: Menikmati Proses, Mensyukuri Kehidupan, dan Terus Bertumbuh

Nosel.id Jakarta- Berasal dari Aceh, Alya Naswa Syakira tumbuh dalam lingkungan keluarga yang nyaman dan penuh perhatian.

Baginya, salah satu hal yang paling berkesan dari masa kecil adalah kebersamaan bersama keluarga. Kehangatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kenangan masa lalu, tetapi juga menjadi fondasi yang terus ia bawa hingga sekarang.

Keluarga menjadi tempat Alya belajar banyak hal, sekaligus ruang untuk selalu kembali menemukan rasa nyaman dan syukur.

Kini, Alya menjalani kesehariannya sebagai teller di Bank Syariah Indonesia. Dunia perbankan mempertemukannya dengan berbagai karakter dan latar belakang nasabah.

Setiap interaksi menjadi pengalaman tersendiri yang membuatnya terus belajar memahami orang lain, berkomunikasi dengan baik, sekaligus menjalankan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.

Di luar kesibukan sebagai pekerja kantoran, Alya juga cukup aktif muncul di media sosial dan sesekali mengikuti berbagai kegiatan di depan kamera.

Baginya, aktivitas tersebut berawal dari keinginan sederhana untuk mencoba hal-hal baru. Ia menikmati setiap prosesnya tanpa harus menjadikannya sebagai sesuatu yang terlalu serius.

Justru dari keberanian mencoba, Alya menemukan pengalaman baru, bertemu dengan lebih banyak orang, dan mengenal sisi lain dari dirinya sendiri.

Yang saya suka dari pekerjaan dan aktivitas yang saya jalani adalah banyak pengalaman baru yang didapat dan bisa bertemu dengan banyak orang dengan karakter yang beragam,” ungkapnya.

Namun, menjalani beberapa aktivitas sekaligus tentu memiliki tantangan. Alya menyadari bahwa membagi waktu antara pekerjaan, aktivitas di media sosial, kegiatan di depan kamera, dan kehidupan pribadi terkadang tidak mudah.

Ada saat-saat ketika rasa lelah datang dan membuatnya harus kembali belajar mengatur prioritas. Baginya, keseimbangan bukan berarti selalu mampu melakukan semuanya dengan sempurna, tetapi mengetahui kapan harus bekerja, kapan harus beristirahat, dan kapan memberikan ruang bagi diri sendiri.

Dalam menjalani kehidupan, Alya memilih untuk tidak terlalu membebani dirinya dengan tuntutan yang berlebihan. Ia percaya bahwa menikmati kehidupan tidak harus diwujudkan melalui pencapaian-pencapaian besar.

Ada kebahagiaan sederhana yang bisa ditemukan ketika seseorang mampu mensyukuri apa yang dimiliki dan menikmati proses yang sedang dijalani.

Menurut Alya, setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Karena itu, membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain justru sering kali membuat seseorang lupa menghargai perjalanan yang sudah ditempuh.

Baginya, hidup akan terasa lebih ringan ketika seseorang mampu menerima prosesnya sendiri, tetap berusaha, dan tidak terlalu keras kepada diri sendiri.

Ke depan, Alya berharap selalu diberikan kesehatan, rezeki yang baik dan berkah, serta keluarga yang senantiasa sehat dan bahagia.

Dalam perjalanan karier, ia ingin terus belajar dan berkembang, mencoba berbagai kesempatan baru, sekaligus tetap menjaga sikap rendah hati. Ia juga berharap apa pun yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Pesan yang ingin Alya sampaikan pun sederhana, tetapi dekat dengan kehidupan banyak orang:

Jangan terlalu keras kepada diri sendiri. Tidak semua hal harus tercapai hari ini, dan tidak semua perjalanan harus berjalan sesuai dengan rencana.

Setiap orang memiliki proses dan waktunya masing-masing.

“Kalau hari ini belum sesuai harapan, nggak apa-apa. Yang penting tetap mau berusaha dan belajar.”

Bagi Alya Naswa Syakira, kehidupan bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan tentang bagaimana seseorang mampu menikmati perjalanan, mensyukuri setiap langkah, dan terus bertumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya.

Karena pada akhirnya, hidup yang baik bukan selalu tentang melakukan hal-hal besar, tetapi tentang mampu menjalani hal-hal sederhana dengan penuh rasa syukur dan hati yang tenang.

 

 

Source image: alya