Nosel.id Jakarta- Bagi Hendita Khairina, kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian karier, tetapi juga tentang bagaimana kehadiran seseorang mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Di tengah kesibukannya sebagai seorang profesional, istri, dan ibu, ia percaya bahwa setiap peran memiliki makna yang sama pentingnya ketika dijalani dengan sepenuh hati.
Hendita lahir dan dibesarkan di Kota Malang, Jawa Timur. Kota berhawa sejuk itu menyimpan begitu banyak kenangan masa kecil yang hingga kini masih membekas di hatinya. Hari-harinya dipenuhi petualangan sederhana yang justru menjadi momen paling berharga dalam hidupnya.
Bersepeda mengelilingi kompleks, menemani sang eyang berbelanja ke pasar dengan becak, hingga menikmati hangatnya kebersamaan keluarga menjadi potongan cerita yang membentuk karakter dan nilai-nilai kehidupan yang ia pegang hingga sekarang.
Baginya, Malang bukan sekadar kota kelahiran, melainkan tempat untuk pulang, mengisi kembali energi, dan mengingat akar kehidupan yang selalu mengajarkannya tentang kesederhanaan, kehangatan, serta rasa syukur.
Kini, Hendita mengabdikan diri di PT Telkom Indonesia sebagai profesional di bidang Komunikasi Keberlanjutan (Sustainability Communication).
Perannya berfokus pada bagaimana berbagai program sosial, pendidikan, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat dapat dikomunikasikan secara efektif sehingga manfaatnya dapat diketahui dan dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas.

Baginya, komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan kepedulian, inspirasi, dan perubahan positif.
Setiap program yang berhasil menjangkau masyarakat menjadi kebahagiaan tersendiri karena ia percaya bahwa komunikasi yang baik mampu memperbesar dampak sebuah kebaikan.
Di luar dunia profesional, Hendita adalah sosok yang senang terus belajar. Ia menikmati kesempatan berbagi pengalaman melalui berbagai kelas, mengeksplorasi media sosial sebagai ruang edukasi dan inspirasi, berolahraga, hingga meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga.
Baginya, proses belajar tidak pernah berhenti selama seseorang masih memiliki rasa ingin tahu.
Selama menjalani karier, Hendita bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang.
Pengalaman itu menjadi salah satu hal yang paling ia syukuri karena membuka wawasan sekaligus mengajarkannya untuk melihat kehidupan dari berbagai sudut pandang.
Namun, seperti banyak perempuan lainnya, perjalanan tersebut juga memiliki tantangan. Baginya, tantangan terbesar bukanlah pekerjaan itu sendiri, melainkan bagaimana membagi waktu antara tanggung jawab profesional dan peran utamanya sebagai seorang ibu.
Hendita menyadari bahwa setiap fase kehidupan menghadirkan prioritas yang berbeda. Ada saat ketika pekerjaan membutuhkan perhatian penuh, ada masa ketika keluarga menjadi pusat kehidupan, dan ada pula waktu yang perlu disediakan untuk merawat diri sendiri.
Ia tidak pernah menuntut dirinya untuk menjadi sempurna dalam setiap peran. Sebaliknya, ia memilih untuk hadir sepenuhnya di setiap momen yang sedang dijalani.
Prinsip sederhana itulah yang membuat hidup terasa lebih seimbang dan setiap proses lebih mudah dinikmati.
Ke depan, Hendita memiliki harapan yang sederhana namun penuh makna. Ia ingin selalu diberikan kesehatan, kesempatan untuk terus belajar, dikelilingi orang-orang baik, serta terus memiliki mimpi dan keberanian untuk mewujudkannya.
Dalam perjalanan hidupnya, Hendita juga belajar bahwa tidak semua hal harus berjalan sesuai rencana. Justru, banyak kesempatan terbaik datang melalui jalan yang sama sekali tidak pernah diperkirakan sebelumnya.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing.
Tidak perlu merasa tertinggal hanya karena perjalanan hidup berbeda dengan orang lain. Yang terpenting adalah terus bertumbuh, terus belajar, dan tetap percaya pada diri sendiri.
Di akhir perbincangan, Hendita membagikan pesan yang menjadi pengingat bagi siapa saja yang sedang berjuang menjalani kehidupannya.

“Dulu saya berpikir bahwa hidup harus selalu berjalan sesuai rencana. Namun sekarang saya belajar bahwa banyak hal baik justru datang dari sesuatu yang tidak pernah kita rencanakan.
Jadi jangan takut jika hari ini merasa tertinggal, gagal, atau harus memulai lagi.
Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Teruslah belajar, terus bertumbuh, dan jangan biarkan pengalaman buruk menghancurkan kepercayaan terhadap diri sendiri.
In a world where you can be anything, be kind.”
Perjalanan Hendita Khairina mengajarkan bahwa hidup bukan tentang siapa yang paling cepat mencapai tujuan, melainkan tentang bagaimana kita menjalani setiap peran dengan penuh makna, terus belajar di setiap fase kehidupan, serta menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Dari kota kelahirannya di Malang hingga kiprahnya di dunia komunikasi keberlanjutan, Hendita membuktikan bahwa kebaikan yang dikomunikasikan dengan tulus akan selalu menemukan jalannya untuk menginspirasi lebih banyak orang.
Source image: Hendita Khairina






