Nosel.id Jakarta- Bagi Aghnia Filanti Rizky, Bandung bukan sekadar tempat kelahiran, tetapi rumah yang selalu dirindukan. Selama 27 tahun ia tumbuh di Bandung dalam suasana yang sejuk, masyarakat yang ramah, serta keluarga yang hangat.
Kini, ia mengikuti sang suami merantau dan menjalani peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus bagian dari keluarga besar Persit.
Menjadi ibu rumah tangga membuat hari-harinya tetap penuh kesibukan, mulai dari mengurus anak dan rumah hingga menjalankan berbagai kegiatan Persit.
Meski bukan berasal dari keluarga TNI, pernikahannya dengan seorang prajurit memperkenalkan Aghnia pada kehidupan yang penuh pengabdian, kebersamaan, dan pengorbanan.
Baginya, menjadi Persit bukan sekadar mendampingi suami. Di setiap tempat penugasan, ia bertemu dengan perempuan-perempuan hebat yang saling menguatkan dan menghadirkan rasa kekeluargaan di perantauan.
Ia belajar menjadi pribadi yang mandiri, terutama ketika suami harus menjalankan tugas.

Aghnia percaya bahwa di balik prajurit yang menjaga negeri, ada keluarga yang menjadi penopang dan tempat untuk pulang. Karena itu, ia memaknai perannya sebagai bentuk pengabdian dengan cinta, baik kepada keluarga maupun kepada bangsa.
Harapannya sederhana: menjadi rumah yang tenang bagi keluarga, melihat suami dan anak-anak selalu sehat dan bahagia, serta memiliki kehidupan yang berkah dan bermanfaat bagi sekitar.

Dalam menjalani kehidupan, Aghnia juga berpegang pada satu pesan:
“Jangan kejar bayangan orang karena setiap orang punya waktunya masing-masing. Waktu Allah tidak pernah salah.”
Baginya, setiap orang memiliki perjalanan dan waktunya sendiri.
Yang terpenting bukan seberapa cepat sampai, melainkan bagaimana tetap menjalani setiap proses dengan ikhlas, penuh cinta, dan terus memberikan manfaat bagi orang lain.
Source image: Aghnia






