dr. Aditya Ayu Prameswari, Dipl.CIBTAC, CH, CHt: Dokter, DJ, Tarot Reader, dan Perempuan dengan Banyak Sisi

Nosel.id Jakarta- Lahir di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, dr. Aditya Ayu Prameswari atau di sapa Tasya kini menetap di Depok.

Sejak kecil hingga dewasa, hidupnya cukup dinamis karena ia kerap berpindah tempat mengikuti pekerjaan orang tua. Ia pernah tinggal di Aceh, Lhokseumawe, Yogyakarta, hingga Jakarta.

Perpindahan tersebut membuat masa kecilnya terasa sangat berwarna. Ia tumbuh di tengah lingkungan dengan latar belakang budaya, suku, dan karakter masyarakat yang beragam.

Tanpa disadari, pengalaman itu membentuk dirinya menjadi pribadi yang terbuka, mudah beradaptasi, dan memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap berbagai hal baru.

Menjadi dokter merupakan perjalanan yang banyak dipengaruhi oleh latar belakang keluarga yang juga berkecimpung di dunia medis.

Namun, sejak kecil ia sebenarnya memiliki sisi lain yang sangat kuat, yaitu kecintaan terhadap seni dan musik.

Sejak usia lima tahun, Tasya sudah belajar piano klasik di sekolah musik. Seiring bertambahnya usia, ketertarikannya terhadap musik berkembang ke berbagai instrumen lain, seperti gitar klasik, biola, dan drum.

Saat SMA, ia bahkan aktif bermain dalam band sekolah. Selain musik, ia juga menikmati seni tari, vokal, seni lukis, hingga berbagai aktivitas panggung seperti menjadi MC, terlibat dalam teater, dan pertunjukan tari.

Ketertarikannya terhadap musik elektronik kemudian memperkenalkannya pada dunia DJ. Di dunia disc jockey ini ia dikenal dengan nama DJ. Tasya Angela

Tasya tertarik dengan bagaimana seorang DJ mampu meramu berbagai musik menjadi sebuah pengalaman yang berbeda. Ada rasa penasaran sekaligus tantangan yang membuatnya ingin mempelajari dunia tersebut lebih jauh.

Namun, pendidikan kedokteran yang cukup padat membuatnya belum memiliki banyak kesempatan untuk menekuni DJ secara serius.

Setelah menjadi dokter dan menikah, pada tahun 2020 Tasya akhirnya memiliki kesempatan untuk mewujudkan rasa penasarannya.

Ia mengikuti pendidikan DJ di salah satu sekolah DJ yang cukup dikenal dan terpercaya di Jakarta.

Awalnya benar-benar hanya berangkat dari rasa ingin tahu dan keinginan untuk belajar.

Ternyata, ia justru sangat menikmati prosesnya. Dengan dukungan keluarga dan bimbingan dari guru DJ, ketertarikan tersebut berkembang menjadi profesi yang kemudian ia jalani secara profesional hingga saat ini.

Di sisi lain, ada perjalanan menarik lainnya yang sudah dimulainya jauh sebelum menekuni DJ.

Tasya juga belajar Tarot sejak tahun 2015 dan telah mengikuti berbagai pelatihan serta sertifikasi sebagai Tarot Reader dan konselor di bidang spiritual dan divinasi.

Selain Tarot, ia juga mendalami Prana Healing, Palmistry, dan Numerology. Di bidang ini para sahabat dan penggemar erat menyapa dengan nama Tasya Tarot.

Menurutnya, ketertarikan tersebut tidak muncul begitu saja. Sejak kecil, ia merasa memiliki kepekaan intuitif yang cukup kuat.

Kepekaan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar ketertarikannya untuk mempelajari dunia spiritual dan berbagai metode refleksi diri.

Sementara itu, hipnoterapi klinis ia pelajari melalui sertifikasi khusus sebagai kompetensi tambahan yang dapat dimanfaatkan dalam praktik sehari-hari sebagai dokter maupun dalam proses konseling ketika melakukan pembacaan Tarot bagi klien.

Jika dilihat sekilas, perjalanan tersebut mungkin terlihat seperti begitu banyak bidang yang dijalani dalam waktu yang relatif singkat.

Namun bagi Tasya semuanya sebenarnya merupakan akumulasi dari rasa ingin tahu dan kecintaannya terhadap proses belajar.

Ia memang senang mempelajari hal-hal baru, terutama ketika menemukan bidang yang benar-benar membuatnya tertarik.

Menjalani banyak peran tentu memiliki suka dan duka tersendiri. Salah satu hal yang paling ia syukuri adalah hidupnya menjadi sangat berwarna dan dinamis.

Selalu ada sesuatu untuk dipelajari, dikerjakan, maupun dieksplorasi. Hampir tidak pernah ada fase ketika ia merasa bingung harus melakukan apa.

Namun, kehidupan yang multifaset juga memiliki konsekuensi. Jadwal yang padat membuat waktu istirahat terkadang menjadi lebih terbatas. Waktu bersama keluarga pun harus benar-benar diatur dan diprioritaskan.

Terlebih, selain menjalani profesi sebagai dokter dan berbagai aktivitas lainnya, ia juga memiliki peran penting sebagai seorang istri dan ibu.

Baginya, peran tersebut bukan sesuatu yang ingin dikesampingkan demi mengejar karier atau passion. Justru menjadi istri dan ibu merupakan bagian penting dari dirinya yang harus tetap dijalani dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Karena itu, ia harus semakin pandai menjaga stamina, kesehatan, mengatur waktu, serta menciptakan keseimbangan antara keluarga dan berbagai aktivitas yang dijalaninya.

Tasya berusaha menikmati semuanya dengan penuh kesadaran. Baginya, ketika memilih kehidupan yang multifaset, tentu ada konsekuensi yang harus dijalani.

Selama setiap peran dijalankan dengan bertanggung jawab dan tetap menikmati prosesnya, berbagai tantangan tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan hidup yang patut disyukuri.

Ke depan, Tasya berharap selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, ketenangan, serta kesempatan untuk terus belajar dan berkembang.

Untuk keluarga, ia berharap mereka selalu diberikan kesehatan, keharmonisan, rezeki yang baik dan cukup, serta kemampuan untuk terus menjadi keluarga yang saling mendukung dalam keadaan apa pun.

Dalam karier, ia berharap setiap bidang yang dijalaninya dapat terus berkembang tanpa kehilangan makna.

Sebagai dokter, ia ingin tetap memberikan manfaat bagi pasien dan orang-orang di sekitarnya. Di bidang musik dan DJ, ia ingin terus berkarya, belajar, dan memberikan energi positif melalui musik.

Sementara melalui Tarot, hipnoterapi, dan berbagai bidang yang ia pelajari, ia berharap ilmu yang dimilikinya dapat digunakan secara bijaksana untuk membantu orang lain menemukan sudut pandang, melakukan refleksi, dan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai dirinya.

Secara pribadi, ia hanya ingin terus diberikan kesempatan untuk menjalani hidup dengan sehat, bahagia, bermanfaat, dan tetap menjadi dirinya sendiri.

Ia ingin terus bertumbuh tanpa harus berhenti menjadi seorang istri, ibu, dokter, profesional, maupun perempuan dengan berbagai minat dan impian.

Bagi Tasya seseorang tidak perlu memilih hanya satu sisi dirinya untuk dijalani. Karena kehidupan justru menjadi lebih bermakna ketika setiap sisi tersebut dapat berjalan berdampingan dengan seimbang.

Jangan takut menjadi banyak hal. Hidup terlalu luas untuk dijalani hanya dengan satu versi diri.

Kita boleh menjadi seorang profesional sekaligus memiliki passion lain.

Kita boleh menjadi seorang istri dan ibu sekaligus tetap mengejar mimpi. Kita juga boleh memulai sesuatu yang baru bahkan ketika usia kita sudah tidak muda lagi.

Yang terpenting adalah terus belajar, mengenal diri sendiri, dan berani memberikan ruang bagi diri kita untuk berkembang.

Selama kita menjalani setiap peran dengan penuh tanggung jawab, tidak ada kata terlambat untuk menemukan sisi lain dari diri kita.

Saya sengaja menempatkan peran istri dan ibu sebagai bagian penting dari perjalanan, bukan sekadar tambahan di akhir, sehingga profilnya terasa lebih personal dan seimbang antara profesi, keluarga, passion, dan spiritualitas.” tutupnya.

 

 

Source image: dr. Aditya Ayu Prameswari