Nosel.id Jakarta- Bagi Yunnari Lorivah Naibaho, Pematangsiantar, Sumatera Utara, bukan sekadar tempat kelahiran, tetapi sebuah kota yang menyimpan begitu banyak kenangan indah masa kecil.
Ia masih mengingat bagaimana sejuknya alam, segarnya udara, serta hamparan sawah yang dulu begitu luas di sekitarnya.
Masa kecilnya berjalan sederhana, diisi dengan bermain bersama teman-teman, berlarian tanpa banyak memikirkan apa pun, kemudian pulang ke rumah dan disambut keluarga yang hangat dan lengkap.
Kesederhanaan itulah yang hingga kini menjadi salah satu hal yang paling ia syukuri dan selalu ia rindukan.
Kini, Yunnari berprofesi sebagai seorang guru PNS.
Baginya, mengajar bukan sekadar pekerjaan, melainkan kesempatan untuk terus bertumbuh bersama anak-anak, berbagi ilmu, sekaligus menanamkan kebaikan yang diharapkan dapat mereka bawa dalam perjalanan hidup.

Menjadi guru juga mengajarkannya untuk mencintai setiap anak dengan segala keunikan dan prosesnya.
Tentu ada rasa lelah, tantangan, dan momen yang menguji kesabaran, tetapi ketika melihat anak-anak belajar, bertumbuh, dan perlahan menjadi pribadi yang lebih baik, semua rasa lelah tersebut terasa memiliki arti.
Di luar rutinitas mengajar, Yunnari juga senang melakukan travelling dan menikmati waktu di luar kesibukan sehari-hari.
Ia memilih menjalani hidup dengan menikmati setiap proses dan mensyukuri kesempatan yang Tuhan berikan.
Baginya, kedamaian sering kali hadir dari hal-hal sederhana. Ketika mampu mengucap syukur atas hal kecil dan belajar melihat kebaikan Tuhan di setiap musim kehidupan, hati menjadi lebih tenang dan hidup terasa lebih bermakna.
Harapan terbesar Yunnari sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam: menjadi berkat di mana pun Tuhan menempatkannya.
Ia ingin menjalani kehidupan dengan hati yang penuh kasih, terus belajar untuk peduli, serta menjadi seseorang yang kehadirannya mampu membawa kebaikan bagi orang lain.
Karena baginya, hidup yang indah bukan tentang seberapa banyak yang berhasil kita miliki, melainkan tentang seberapa banyak kasih yang mampu kita bagikan dan seberapa banyak kebaikan yang dapat kita tinggalkan.

“Hidup yang indah bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang seberapa banyak kasih yang dapat kita bagikan dan seberapa banyak kebaikan yang dapat kita tinggalkan.”
Source image: Yunnari Lorivah Naibaho






