Nosel.id Jakarta- Valentina Olivia akrab disapa Olivia adalah gambaran perempuan yang bertumbuh melalui perjalanan, bukan sekadar tujuan.
Lahir di Makassar, masa kecilnya justru banyak dihabiskan di Jayapura, Papua, sebuah kota yang memberinya kenangan hangat tentang laut, bukit, dan keramahan yang membekas hingga hari ini.
Di kota itu, Olivia kecil mengenal kebahagiaan dalam bentuk yang sederhana: bermain di pantai bersama keluarga, menikmati alam yang dekat, dan belajar tentang kehidupan dari lingkungan sekitar.
Keluarganya memiliki usaha toko sembako, dan dari sanalah ia mulai memahami arti kerja keras, membantu orang tua sejak usia dini, serta menghargai proses.
Perjalanan hidupnya kemudian membawanya berpindah kota, SMP dan SMA di Malang, lalu melanjutkan pendidikan hingga bekerja di Surabaya.
Kini, Olivia berprofesi sebagai dokter estetika di salah satu klinik ternama dengan banyak cabang di Indonesia.
Namun, di balik jas putih yang ia kenakan, ada sisi lain yang tak kalah kuat: seorang atlet yang terus menantang batas dirinya.
Menariknya, Olivia bukanlah sosok yang sejak awal mencintai olahraga. Semuanya dimulai saat masa kuliah, ketika ia mencoba gym pada 2014–2015 dengan tujuan sederhana: menurunkan berat badan.
Namun dari sana, sesuatu berubah. Ia mulai menemukan potensi dalam dirinya bahwa tubuhnya mampu melakukan lebih dari yang ia bayangkan.
Langkah kecil itu berkembang menjadi perjalanan besar. Olivia bergabung dengan komunitas lari di Surabaya, lalu melangkah lebih jauh dengan mengikuti triathlon pada 2018–2019.

Ia sempat berhenti berolahraga, namun kembali bangkit di tahun 2022 dengan semangat baru melalui functional workout.
Kini, di tahun 2025 hingga sekarang, ia fokus pada hybrid workout, terutama Hyrox, sebuah cabang olahraga yang menggabungkan kekuatan, daya tahan, dan mental.
Rutinitasnya hari ini mungkin terdengar sederhana: bekerja dan berolahraga. Namun di balik itu, ada disiplin luar biasa. Dalam seminggu, ia menjalani 3–4 kali latihan lari, 2–3 sesi Hyrox, serta 1 sesi strength training.
Di sela-selanya, ia tetap berusaha menjaga waktu untuk keluarga, teman, dan dirinya sendiri meski tak jarang merasa 24 jam sehari terasa kurang.
“Terkadang rasanya ingin membelah diri,” ujarnya sambil tertawa. Namun, semua itu terbayar setiap kali ia menyelesaikan latihan atau melewati hari dengan baik. “Rasanya lega, bahkan double,” katanya.
Sebuah kepuasan yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang konsisten berproses.
Perjalanan Olivia juga dipenuhi berbagai pengalaman lomba yang membanggakan. Mulai dari Maybank Marathon Half Marathon 2017 dan 2018, hingga Full Marathon di Singapore Marathon 2018 dan 2019. Ia juga pernah mengikuti Palembang Triathlon dan Superleague Triathlon Bali di tahun 2019 semuanya menjadi bagian dari cerita panjang tentang ketekunan dan keberanian mencoba.
Kini, langkahnya terus berlanjut. Olivia tengah mempersiapkan diri untuk sejumlah ajang besar, seperti Hyrox Incheon Korea Mixed Doubles (Mei 2026), Hyrox Single Open Women Jakarta (Juni 2026), hingga Full Marathon Maybank (Agustus 2026) dan Half Marathon Isoplus Surabaya 2026.
Bagi Olivia, setiap race bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang untuk mengenal diri lebih dalam.
Di luar pencapaiannya, Olivia juga memiliki harapan yang lebih luas. Ia ingin melihat Indonesia menjadi negara yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan. Ia membayangkan masa depan di mana olahraga menjadi gaya hidup, bukan sekadar tren sesaat.
Di mana makanan sehat mudah diakses, informasi nutrisi lebih transparan, dan fasilitas publik mendukung masyarakat untuk aktif bergerak.
“Semoga semakin banyak event olahraga, semakin mudah perizinannya, dan semakin banyak orang yang sadar pentingnya menjaga tubuh,” harapnya.
Di akhir perjalanannya, Olivia meninggalkan pesan yang sederhana namun dalam sebuah refleksi dari pengalaman hidupnya sendiri:
“Jangan biarkan suara di dalam kepalamu menjadi musuh terbesarmu.
Dunia sudah cukup keras, jadi jadilah pendukung nomor satu untuk dirimu sendiri.”
Ia juga mengingatkan bahwa hidup bukan tentang perbandingan.
“Bunga tidak pernah berpikir apakah ia lebih cantik dari bunga lain ia hanya mekar.”

Dan yang paling penting, jangan lupa menghargai perjalanan yang telah dilalui.
“Ingatlah sudah berapa banyak badai yang berhasil kamu lewati hingga sampai di titik ini. Itu bukan keberuntungan, itu adalah kekuatanmu.”
Kisah Olivia adalah pengingat bahwa setiap orang punya titik awal yang berbeda, namun semua memiliki kesempatan yang sama untuk bertumbuh selama berani mencoba, konsisten melangkah, dan percaya pada diri sendiri.
Source image: Olivia






