Bela George Agustinus, Mulailah dari Apa yang Kamu Punya, Gunakan  yang Kamu Bisa, dan Lakukan dengan Konsisten

Nosel.id Jakarta- Perjalanan hidup Bela George Agustinus adalah cerita tentang disiplin, keteguhan, dan kemampuan menjalani banyak peran dalam satu waktu.

Lahir di Bandung namun tumbuh besar di Kota Sorong, sebuah kota di ujung timur Indonesia Bela membawa dua pengalaman hidup yang berbeda dalam satu identitas. Jika Bandung menjadi titik awal, maka Sorong adalah tempat yang benar-benar membentuk dirinya.

Masa kecil Bela tidak lepas dari kehidupan asrama militer. Sebagai anak tentara, ia tumbuh dalam lingkungan yang penuh keteraturan.

Suara terompet di pagi hari, barisan prajurit yang gagah, hingga suasana sore yang tertib menjadi bagian dari keseharian yang membentuk karakternya sejak dini.

Dari sanalah ia mengenal arti disiplin, tanggung jawab, dan rasa aman yang tumbuh secara alami.

Seiring berjalannya waktu, Bela menjalani berbagai peran dalam hidupnya sebagai seorang profesional, bagian dari organisasi, sekaligus istri dan anggota keluarga.

Baginya, kunci menjalani semua itu bukanlah tentang melakukan semuanya sekaligus, melainkan memahami skala prioritas dan hadir secara utuh di setiap peran.

Saat bekerja, ia fokus menjadi profesional. Dalam organisasi, ia memberi kontribusi terbaik. Dan saat bersama keluarga, ia hadir dengan kehangatan yang penuh.

Di balik semua itu, ada satu hal yang menjadi fondasi utama: komunikasi dengan pasangan. Bagi Bela, dukungan suami adalah pilar penting yang membuat setiap peran dapat berjalan beriringan dengan harmonis.

Perjalanan ini tentu tidak selalu mudah. Ada banyak suka yang ia rasakan bertemu orang-orang dari berbagai latar belakang, belajar budaya baru, hingga melihat senyum orang lain dari kegiatan sosial yang ia lakukan.

Namun, duka pun hadir sebagai bagian dari proses. Rasa lelah, rindu, hingga harus berpindah tempat mengikuti tugas suami menjadi tantangan tersendiri. Setiap perpindahan bukan hanya soal tempat, tetapi juga tentang menata ulang hati dan memulai kembali dari awal.

Namun justru di situlah kekuatan Bela terlihat. Ia memilih untuk menjalani semuanya dengan kesadaran penuh. Prinsip yang ia pegang sederhana namun kuat: gratitude and mindfulness.

Bersyukur atas hal-hal kecil, dan tidak membandingkan perjalanan hidupnya dengan orang lain.

Baginya, setiap orang memiliki proses masing-masing, dan menjalani peran dengan ikhlas akan membuat beban terasa lebih ringan.

Harapannya pun tidak muluk. Ia hanya ingin selalu diberi kesehatan, agar bisa terus berkarya dan memberikan dampak positif, baik bagi lingkungan kerja, satuan, maupun masyarakat luas. Karena bagi Bela, hidup yang berarti adalah hidup yang memberi manfaat.

Pesan yang ia titipkan terasa relevan bagi banyak perempuan di luar sana

Jangan membatasi diri pada satu peran.

Seorang perempuan bisa menjadi istri yang hebat, ibu yang penuh kasih, sekaligus individu yang berkarya di bidang yang ia cintai.

Dunia digital saat ini membuka begitu banyak peluang tinggal bagaimana kita berani memulai, memanfaatkan apa yang kita punya, dan konsisten menjalaninya.

Mulailah dari apa yang kamu punya, gunakan apa yang kamu bisa, dan lakukan dengan konsisten.”

Dari Sorong, Bela George Agustinus mengajarkan bahwa hidup bukan tentang memilih satu jalan dan meninggalkan yang lain, tetapi tentang menyeimbangkan semuanya dengan hati yang penuh kesadaran.

Karena pada akhirnya, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mampu memberi manfaat bagi sesamanya.

 

Source image: bela

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *