Tita Masfar: Merangkai Ide, Menjalani Hidup, dan Memanusiakan Manusia

Nosel.id Jakarta- Hidup Tita Masfar adalah perjalanan secara harfiah dan makna.

Ia berasal dari Sulawesi Utara, namun tumbuh tidak di satu tempat yang sama. Masa kecilnya diwarnai perpindahan kota dan pulau: Jakarta, Anyar, Papua, Manado.

Dari semua tempat itu, Anyar menjadi ruang kenangan yang paling membekas.

Rumah yang menghadap laut, pemandangan Gunung Krakatau, dan hari-hari yang diisi dengan berenang di laut menjadi potongan hidup yang sederhana, namun begitu kaya makna.

Setelah tiga tahun di Anyar, hidup kembali membawanya ke Papua selama tujuh tahun, lalu ke Manado selama tiga tahun.

Perpindahan demi perpindahan itu membentuk satu hal penting dalam dirinya: kemampuan beradaptasi, membuka pikiran, dan melihat hidup dari banyak sudut pandang.

Kini, Tita menetap jauh dari tanah kelahiran di Amsterdam.

Ia menjabat sebagai Manager di Omahe Restaurant, setelah sebelumnya berkiprah di Blauw Restaurant Amsterdam. Namun perannya hari ini bukan sekadar manajer restoran.

Tita bergerak lebih luas: mengembangkan konsep, menyusun event programming, dan merancang ide-ide kreatif dalam dunia hospitality.

Ia menikmati fase ini, karena pekerjaannya tak lagi hanya berada “di lantai restoran”, melainkan di ruang ide, bertemu orang, berdiskusi, dan memikirkan bagaimana menghadirkan pengalaman baru bagi banyak orang.

Baginya, hospitality bukan hanya soal pelayanan, tetapi tentang pengalaman, cerita, dan koneksi antarmanusia.

Di luar pekerjaan, Tita adalah pribadi yang penuh warna.

Ia mencintai musik, bernyanyi, bermain PS 5 dan yang tak kalah penting, berbincang dengan teman-teman tentang ide-ide masa depan.

Baginya, berdiskusi, berimajinasi, dan memikirkan kemungkinan adalah bagian dari hobi sekaligus cara bertumbuh.

Namun di balik semua itu, ada sisi lain yang jujur ia akui sebagai duka: waktu yang berkurang untuk orang-orang tersayang di rumah. Sebuah konsekuensi yang sering hadir bersama mimpi besar dan tanggung jawab yang terus berkembang.

Harapan Tita sederhana namun mendalam. Ia berharap kehidupan dijalani dengan kebahagiaan, kesehatan, kekuatan, dan cinta.

Menjadi manusia yang memanusiakan manusia. Dan tentang mimpi biarlah terwujud dalam kehendak-Nya, dengan cara dan waktu terbaik.

Pesan hidupnya pun terasa seperti cermin perjalanan yang telah ia lewati:

Every step you take today shapes your future.
Every idea you imagine is proof that you’re capable of making it real.

Don’t complain when you feel alone or fall down everything moves at its own pace.
Life goes up, life goes down.
Just ride it. Enjoy it.”

Kisah Tita Masfar mengingatkan kita bahwa hidup tidak selalu tentang tujuan akhir, melainkan tentang keberanian menikmati proses, menerima naik-turun perjalanan, dan tetap setia pada nilai kemanusiaan di mana pun kita berada.

 

 

source image: tita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *