Melvyn Julieana Putri W: Menjalani Dua Peran, Menikmati Setiap Proses Kehidupan

Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Purwakarta, Jawa Barat, membuat Melvyn Julieana Putri W tumbuh dalam lingkungan yang penuh kehangatan.

Baginya, Purwakarta bukan sekadar kota kelahiran, tetapi juga rumah yang selalu menghadirkan rasa nyaman.

Ia mengenang masyarakat di kampung halamannya sebagai pribadi-pribadi yang ramah, saling peduli, dan memiliki semangat gotong royong yang tinggi.

Dukungan antarwarga menjadi nilai yang begitu melekat hingga membentuk cara pandangnya dalam menjalani kehidupan.

Saat ini, Melvyn menjalani keseharian yang tidak mudah. Di satu sisi ia adalah seorang karyawan, sementara di sisi lain ia juga merupakan seorang mahasiswa.

Dua peran tersebut harus dijalani secara bersamaan dengan penuh tanggung jawab.

Sistem kerja bergilir selama 12 jam membuat jadwalnya sering berbenturan dengan waktu kuliah.

Ada kalanya ia bekerja pada shift pagi lalu harus menjadi mahasiswa di malam hari, atau sebaliknya. Meski melelahkan, ia memilih menikmati setiap proses yang dijalani.

Sebelum disibukkan dengan pekerjaan dan perkuliahan, Melvyn pernah aktif sebagai talent sekaligus model untuk makeup artist (MUA). Dunia beauty dan fashion menjadi bagian yang sangat ia sukai.

Berbagai tawaran endorsement hingga pekerjaan sebagai talent hampir selalu ia terima, terutama saat masih duduk di bangku sekolah karena memiliki waktu yang lebih fleksibel.

Ia sangat menikmati momen dirias, mengenakan gaun untuk fashion show, hingga terlibat dalam berbagai proyek kecantikan.

Namun, seiring bertambahnya kesibukan, Melvyn memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas sebagai talent MUA maupun menerima endorsement.

Keputusan tersebut bukan karena kehilangan minat, melainkan bentuk prioritas terhadap pekerjaan dan pendidikan yang kini menjadi fokus utamanya.

Menjadi pekerja sekaligus mahasiswa tentu memiliki banyak tantangan. Meski kondisi fisik sering kali terkuras, ia tetap berusaha membawa semuanya dengan santai dan penuh rasa syukur.

Baginya, yang terpenting adalah menikmati alur kehidupan tanpa terlalu banyak mengeluh. Ia bahkan sering bercanda bahwa kondisi saat ini membuat “dompet tetap aman, tetapi tenaga yang boncos.”

Di balik jadwal yang padat, Melvyn selalu menyempatkan diri untuk mengisi ulang energi. Saat pikiran mulai penat karena pekerjaan maupun kuliah, ia memilih kembali dekat dengan alam.

Hiking, mengunjungi curug, atau sekadar menikmati suasana coffee shop menjadi cara favoritnya untuk menemukan kembali ketenangan.

Ketika mendapat hari libur, ia juga tidak ragu menjadikan waktu tersebut sebagai momen me time. Baginya, rebahan berjam-jam di atas kasur bisa menjadi hadiah sederhana yang terasa begitu berharga setelah melewati hari-hari yang melelahkan.

Kemandirian menjadi salah satu nilai yang paling ia banggakan. Sejak duduk di bangku SMA, Melvyn sudah berusaha tidak lagi meminta uang kepada orang tuanya. Penghasilan dari berbagai pekerjaan sebagai talent dan endorsement kala itu membuatnya belajar mandiri sejak usia muda.

Pengalaman tersebut tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga membentuk mental yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Di balik semua perjuangannya, Melvyn bersyukur memiliki keluarga dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan.

Mereka menjadi penyemangat untuk terus melangkah, merayakan pencapaian sekecil apa pun, serta mengingatkannya agar sesekali memberikan self reward sebagai bentuk apresiasi atas usaha yang telah dilakukan.

Ke depan, Melvyn memiliki harapan sederhana namun penuh makna. Ia berdoa agar selalu diberikan kesehatan, dimudahkan setiap urusan, dilapangkan rezekinya, dan terus diberi kesempatan untuk memperluas wawasan.

Dalam karier, ia berharap keberuntungan senantiasa menyertainya serta kondisi ekonomi tetap stabil, karena ia tidak ingin kembali merasakan masa-masa sulit yang pernah dialami.

Di atas semuanya, ia ingin terus menjadi pribadi yang mampu menyebarkan energi positif kepada orang-orang di sekitarnya.

Bagi Melvyn, hidup mengajarkan bahwa setiap orang sedang berjuang dengan caranya masing-masing. Ada yang sedang berantakan dalam hidupnya, ada yang sedang berantakan dalam pikirannya, bahkan mungkin keduanya sekaligus.

Karena itu, ia percaya bahwa membantu mempermudah urusan orang lain adalah salah satu bentuk kebaikan yang akan kembali kepada diri sendiri.

Teruslah mempermudah urusan orang lain, biarlah Tuhan yang mempermudah urusanmu Hiduplah dengan baik dan tenang, carilah hal-hal yang membuatmu benar-benar bahagia, hargailah setiap detik kebahagiaanmu, jadilah manusia yang mampu memanusiakan manusia, dan jangan lupa untuk mencintai dirimu sendiri sebelum mencintai orang lain.”

 

 

 

 

Source image: Melvyn Julieana Putri W