Nosel.id Jakarta- Tasya Thalia lahir di Manado. Perjalanan hidupnya kemudian membawanya berpindah ke beberapa kota: tiga tahun di Yogyakarta, sepuluh tahun di Bandung, hingga akhirnya menetap di Jakarta.
Perpindahan tersebut terjadi karena mengikuti sang papa yang menjalankan tugas kedinasan.
Meski harus berpindah-pindah tempat, Tasya justru mendapatkan banyak pengalaman dan kenangan dari setiap kota yang pernah menjadi bagian dari hidupnya.
Ia tumbuh dalam keluarga yang hangat dan penuh cinta. Salah satu kenangan masa kecil yang paling ia sukai adalah kebiasaan keluarganya untuk meluangkan waktu bersama.
Hampir setiap minggu sejak kecil hingga masa kuliah, keluarganya sering mengajak piknik sambil menikmati pemandangan hijau.
Momen-momen sederhana tersebut menjadi kenangan yang sangat berharga bagi Tasya dan membuatnya memahami bahwa kebahagiaan sering kali hadir dari waktu yang dihabiskan bersama orang-orang tersayang.
Sebelum terjun ke dunia content creation, Tasya sempat bekerja di dunia corporate sebagai Human Resources (HR).
Namun, karena mengalami masalah kesehatan, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Di tengah waktu luang yang dimiliki, Tasya mulai mencoba membuat konten di media sosial.
Berawal dari hobinya berfoto, terutama foto outfit of the day (OOTD), aktivitas tersebut awalnya hanya dilakukan untuk mengisi waktu.
Tidak disangka, hobinya tersebut justru membuka pintu kesempatan baru. Seiring konsistensi dalam membuat konten, Tasya mulai mendapatkan berbagai peluang kerja sama melalui media sosial.
Dari sesuatu yang awalnya hanya dilakukan sebagai aktivitas pengisi waktu, perlahan berkembang menjadi sebuah aktivitas yang memberikan pengalaman sekaligus kesempatan baru dalam kariernya.
Salah satu hal yang paling Tasya sukai dari menjadi content creator adalah fleksibilitas waktu. Ia dapat mengatur aktivitas dengan lebih leluasa tanpa tekanan seperti yang mungkin dirasakan dalam pekerjaan sebelumnya.
Karena membuat konten juga berkaitan dengan hobinya dalam fotografi dan fashion, proses tersebut terasa menyenangkan baginya.
Tentu perjalanan sebagai content creator tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya Tasya merasa stuck, kehilangan mood, atau bahkan malas membuat konten.
Namun, ia belajar bahwa tidak setiap hari harus selalu produktif. Ada kalanya seseorang memang membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak dan mengembalikan energi.
Bagi Tasya, konsep enjoyable life sebenarnya sederhana: jangan terlalu memikirkan sesuatu yang berada di luar kendali kita. Ia memilih untuk lebih banyak bersyukur, menikmati hal-hal kecil yang sudah dimiliki, dan tidak membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain.
Menurutnya, setiap orang memiliki perjalanan dan waktunya masing-masing. Apa yang terlihat indah dari kehidupan orang lain belum tentu menggambarkan keseluruhan cerita mereka.
Karena itu, daripada terus membandingkan diri, lebih baik belajar menghargai apa yang sudah dimiliki dan menikmati proses kehidupan sendiri.
Ke depan, Tasya memiliki harapan agar selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan, baik secara lahir maupun batin. Ia juga berharap rezekinya selalu dilancarkan sehingga dapat membantu orang-orang yang membutuhkan.
Selain itu, ia ingin segala urusan yang dijalani dimudahkan dan diberikan jalan untuk mencapai berbagai hal yang ia inginkan.
Bagi Tasya, hidup bukan hanya tentang mendapatkan apa yang diinginkan, tetapi juga tentang belajar percaya bahwa setiap hal memiliki waktunya sendiri.
Apa yang belum diberikan hari ini bukan berarti tidak akan pernah datang. Bisa jadi, Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik.
“Be grateful for what Allah has given you, and trust Him with what He hasn’t.
Karena terkadang, rencana Allah mungkin terlihat berbeda dari apa yang kita mau, but trust me, His plan will always lead you to something better than you could’ve imagined.”
Perjalanan Tasya mengajarkan bahwa terkadang perubahan yang awalnya tidak kita rencanakan justru dapat membawa kita menuju kesempatan baru.
Yang terpenting adalah tetap bersyukur, percaya pada proses, dan menjalani setiap fase dengan hati yang lebih tenang.
Source image: Tasya Thalia
