Silvia Oktamina: Perempuan yang Tumbuh dari Kerja Keras dan Kemandirian

Nosel.id Jakarta- Lahir di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan besar di Kabupaten Katingan, Silvia Oktamina tumbuh di sebuah kampung yang sederhana, tidak terlalu besar, tetapi menyimpan banyak pelajaran berharga.

Lingkungan yang ramah dan masyarakat yang humble membuatnya selalu merasa memiliki rumah untuk kembali. Setiap kali pulang, keramahan warga sekitar menjadi salah satu hal yang membuatnya selalu rindu dengan kampung halaman.

Sejak kecil, Silvia sudah terbiasa dengan kerja keras. Ia dididik untuk mandiri, mulai dari membantu berbagai urusan rumah hingga belajar menjalankan usaha kecil-kecilan.

Pengalaman tersebut kemudian berkembang ketika ia mencoba menjalankan usaha catering mini.

Baginya, bekerja bukan sekadar tentang mendapatkan penghasilan, tetapi juga tentang belajar, bertemu banyak orang, membangun relasi, dan terus mengembangkan diri.

Dengan latar belakang akademis Ilmu Komunikasi, Silvia mengawali perjalanan kariernya di dunia perhotelan.

Dunia hospitality menjadi ruang yang cocok dengan karakternya karena ia senang beraktivitas, berinteraksi dengan banyak orang, dan menghadapi pengalaman-pengalaman baru.

Meski kini menjalani pekerjaan kantoran, jiwa wirausahanya tidak pernah hilang. Ia tetap menjalankan berbagai aktivitas jualan maupun freelance selama hal tersebut positif dan memberikan hasil.

Bagi Silvia, kesibukan juga menjadi cara untuk terus bertumbuh. Ia mengakui bahwa terkadang terlalu aktif hingga lupa bahwa tubuh juga membutuhkan istirahat.

Namun, ia percaya bahwa kesibukan yang positif dapat membantu seseorang mengurangi overthinking dan rasa kecewa dalam hidup.

Karena itu, ia memilih terus mencari ilmu, memperluas relasi, mencoba hal-hal baru, dan menjadikan setiap pengalaman sebagai proses untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.

Ke depan, Silvia berharap dirinya dan seluruh keluarganya selalu diberikan kesehatan. Ia juga ingin satu per satu hal yang selama ini hanya dibayangkan dapat menjadi kenyataan.

Baginya, seorang perempuan harus mampu berdiri di atas kakinya sendiri karena tidak pernah ada yang tahu kejutan apa yang akan datang di masa depan.

Kemandirian, menurutnya, bukan berarti harus menjalani semuanya sendirian, tetapi memiliki kemampuan untuk menjadi sandaran bagi diri sendiri ketika keadaan tidak sesuai harapan.

Silvia juga belajar bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada hal-hal yang mengecewakan, tetapi semuanya perlu diterima sebagai bagian dari perjalanan.

Di tengah kesibukan, ia mengingatkan dirinya sendiri untuk tetap memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat, merenung, dan kembali menemukan keseimbangan.

Jangan pernah menyerah. Ketika menghadapi suatu masalah, percayalah bahwa itu bukan sebuah kesialan, tetapi mungkin Tuhan sedang menguji kita untuk sesuatu yang lebih besar. Bisa jadi, kita sedang diarahkan menuju sesuatu yang selama ini kita bayangkan dan perjuangkan.

Dan ketika akhirnya berhasil, kebahagiaan itu bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bisa membawa kebahagiaan bagi orang-orang di sekitar kita.

Karena bagi saya, pujian terbaik adalah ketika datang dari orang-orang terdekat.” 

 

 

Source image: Silvia Oktamina