Osya Hervin: Menemukan Diri Lewat Gerak, Menjaga Cinta Lewat Kesehatan

Nosel.id Jakarta- Perjalanan hidup Osya Hervin bergerak seperti ritme yang dinamis dari Jakarta, Bogor, Bali, lalu kembali lagi ke Bogor.

Perpindahan kota menjadi bagian dari cerita hidupnya, membentuk cara pandang yang lebih fleksibel dalam menjalani kehidupan.

Meski masa kecilnya terasa sederhana seperti anak-anak pada umumnya, justru dari kesederhanaan itulah ia belajar menjalani hidup dengan ringan dan apa adanya.

Kini, Osya menjalani peran sebagai ibu rumah tangga sepenuhnya. Hari-harinya diisi dengan mengurus rumah, merawat anak, mendampingi suami, serta memperhatikan hewan peliharaan yang menjadi bagian dari keluarganya.

Peran tersebut mungkin terlihat rutin, namun di dalamnya tersimpan dedikasi, cinta, dan tanggung jawab yang besar.

Di tengah kesibukan itu, Osya menemukan satu ruang yang benar-benar menjadi miliknya: olahraga.

Awalnya, ia bahkan tidak pernah membayangkan akan menikmati dunia fitness. Semua bermula dari ajakan seorang teman untuk mencoba gym. Dari yang awalnya terasa “dipaksa”, justru berubah menjadi kebiasaan yang ia cintai.

Setelah satu tahun rutin berlatih, ia mulai mencoba HYROX, dan sejak itu, olahraga bukan lagi sekadar aktivitas—melainkan bagian dari gaya hidup.

Kini, setelah kembali ke Bogor, Osya memperluas rutinitasnya dengan menambahkan lari.

Ia menjalani latihan secara konsisten, sekitar tiga hingga empat kali dalam seminggu, mengombinasikan gym, running, dan HYROX.

Baginya, gym tetap menjadi fondasi utama karena kekuatan tubuh adalah dasar dari semua jenis olahraga.

Namun lebih dari sekadar fisik, olahraga bagi Osya adalah bentuk “me time” yang sesungguhnya.

Di saat itulah ia bisa benar-benar mendengarkan tubuh dan hatinya sendiri tanpa distraksi, tanpa tuntutan. Setiap gerakan menjadi cara untuk mengenal diri, setiap keringat menjadi bentuk penghargaan terhadap tubuhnya.

Menariknya, Osya tidak melihat banyak sisi duka dalam perjalanannya. Rasa lelah atau pegal setelah latihan justru menjadi pengingat bahwa ia sedang bertumbuh.

Yang paling membanggakan baginya adalah konsistensi bahwa ia mampu terus melangkah tanpa membutuhkan validasi dari siapa pun.

Harapannya pun sederhana namun penuh makna. Ia ingin tetap sehat dan konsisten berolahraga hingga usia tua. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang-orang yang ia cintai suami, anak, dan keluarga kecilnya.

Ia percaya, ketika dirinya sehat dan bahagia, energi itu akan mengalir kepada orang-orang di sekitarnya.

Melalui kisahnya, Osya menyampaikan pesan yang hangat dan relevan untuk siapa saja:

Sayangi dan cintailah dirimu terlebih dahulu, karena segala kebaikan yang kita lakukan akan menular dan berdampak pada orang di sekitar kita.

So please, be the best version of yourself.”

Kisah Osya Hervin mengajarkan bahwa di tengah peran dan kesibukan, selalu ada ruang untuk kembali pada diri sendiri.

Bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tentang tubuh, tetapi juga tentang cinta cinta pada diri sendiri dan pada kehidupan yang kita jalani setiap hari.

 

Source image: osya