Dewi Permana: Menemukan Ritme Hidup dari Alam, Karier, dan Langkah Kecil yang Konsisten

Nosel.id Jakarta- Dewi Permana tumbuh dari akar yang sederhana namun hangat, di sebuah desa kecil di Karangasem, Bali Timur.

Masa kecilnya diwarnai oleh keindahan alam pegunungan yang sejuk, serta kehidupan yang begitu dekat dengan kesederhanaan. Sebagai anak dari seorang petani, hari-harinya banyak dihabiskan di tengah sawah bermain, berlarian, dan menyatu dengan alam.

Dari sanalah Dewi belajar tentang kehidupan. Tentang kesabaran, tentang proses, dan tentang bagaimana menghargai setiap hal kecil yang sering kali luput dari perhatian.

Kedekatannya dengan alam tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga membentuk cara pandangnya hingga saat ini tenang, seimbang, dan penuh kesadaran.

Kini, Dewi menjalani kehidupan yang cukup dinamis sebagai seorang Quality Assurance di salah satu hotel bintang lima di Bali. Dengan jam kerja yang padat dari pagi hingga sore, ia dituntut untuk selalu fokus, teliti, dan profesional.

Namun di tengah kesibukan tersebut, Dewi memiliki satu kebiasaan yang tidak pernah ia tinggalkan: berlari.

Setiap pagi, sebelum matahari terbit, Dewi sudah melangkahkan kakinya. Baginya, lari bukan sekadar olahraga, melainkan ritual untuk memulai hari dengan energi positif.

Udara pagi yang segar, suasana yang tenang, serta gerakan tubuh yang konsisten menjadi cara Dewi “mengisi ulang” dirinya sebelum menghadapi tuntutan pekerjaan.

Lebih dari itu, lari juga menjadi ruang kebersamaan. Di akhir pekan, Dewi dan suaminya menjadikan aktivitas ini sebagai momen quality time melakukan long run bersama, berbagi cerita, dan mempererat hubungan dalam langkah-langkah sederhana yang penuh makna.

Menariknya, Dewi melihat olahraga dari sudut pandang yang berbeda. Baginya, lari hampir tidak memiliki duka.

Justru di sanalah ia menemukan sukacita. Setiap tetes keringat adalah bentuk investasi kebahagiaan.

Ia percaya, sebelum menghadapi tekanan pekerjaan, ia sudah lebih dulu “menabung” energi positif dari pagi hari.

Dari pengalaman itulah, Dewi memiliki harapan yang sederhana namun berdampak luas. Ia ingin semakin banyak orang menyadari pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga.

Tidak harus langsung melakukan hal besar—cukup dimulai dari langkah kecil, seperti berjalan kaki di pagi hari, menghirup udara segar, dan menikmati ketenangan yang jarang kita sadari.

Bagi Dewi, hidup bukan hanya tentang mengejar karier atau memenuhi tanggung jawab, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan diri.

Karena saat tubuh dan pikiran sehat, kita bisa hadir lebih utuh untuk keluarga, pekerjaan, dan kehidupan sosial.

Melalui kisahnya, Dewi Permana menyampaikan pesan yang sederhana namun begitu dalam:

“Di antara kesibukan karier dan tanggung jawab keluarga, berikan dirimu waktu untuk bernapas.

Olahraga bukan sekadar membakar kalori, tapi cara kita mencintai diri sendiri agar bisa lebih maksimal mencintai orang lain.”

Kisah Dewi adalah pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal besar.

Terkadang, ia hadir dari langkah kecil yang konsisten dari pagi yang dimulai dengan kesadaran, dan dari pilihan sederhana untuk merawat diri sendiri.

 

Source image: dewi