Novita Joaquin: Dari Jayapura, Merangkai Hidup, Membangun Rasa, dan Menumbuhkan Harapan

Nosel.id Jakarta- Tidak semua perjalanan hidup dimulai dari kemudahan. Sebagian justru tumbuh dari tanah yang keras, dari proses panjang yang penuh tantangan—dan dari situlah lahir ketangguhan.

Novita Joaquin adalah salah satunya.

Lahir di Ujung Pandang, hidupnya mulai berakar di Jayapura sejak usia lima tahun, mengikuti sang ayah yang lebih dulu merantau demi kehidupan yang lebih baik.

Jayapura bukan sekadar tempat tinggal baginya, kota ini menjadi saksi perjalanan hidup, tempat ia tumbuh, berjuang, hingga akhirnya menjadi rumah bagi anak-anaknya.

Di balik keindahan Jayapura yang dikelilingi laut, gunung, dan aliran sungai yang dekat dan menenangkan, tersimpan kisah tentang kehidupan yang sederhana namun penuh kehangatan.

Tidak ada hiruk-pikuk kota besar, namun justru di situlah terasa kuatnya nilai kekeluargaan, terutama di antara para perantau yang saling menguatkan.

Perjalanan karier Novita dimulai dari dunia perbankan. Selama sembilan tahun, ia mengabdi di Bank Daerah, sebuah fase yang membentuk kedisiplinan dan ketangguhannya. Namun hidup membawanya pada pilihan besar: meninggalkan zona nyaman dan memulai sesuatu dari nol.

Berbekal hobi bereksperimen di dapur, Novita perlahan membangun sebuah usaha bakery. Apa yang awalnya sekadar kesenangan pribadi, berubah menjadi sumber penghasilan dan harapan baru.

Sejak 2019, ia mengembangkan @zanetabakery sebagai UMKM yang tidak hanya bertahan, tetapi juga terus bertumbuh.

Tentu, perjalanan itu tidak selalu manis.

Ada masa ketika ia harus menghadapi penjualan yang menurun, pergantian karyawan yang melelahkan, hingga tekanan untuk tetap bertahan di tengah ketidakpastian. Namun bagi Novita, menyerah bukanlah pilihan. Ia terus melangkah, menjaga api semangat agar bisnisnya tetap hidup dan berproduksi.

Dan di sisi lain, kebahagiaan sederhana selalu menjadi bahan bakar: ketika pesanan membludak, terutama di momen hari raya, ketika kepercayaan pelanggan terbayar, dan ketika usahanya mampu memberi lebih dari sekadar penghasilan.

Sebagai seorang ibu dari tiga anak, Novita menjalani peran dengan penuh kesadaran dan disiplin.

Hari-harinya dimulai dari tanggung jawab sebagai ibu, sebelum kemudian berlanjut ke rutinitas olahraga dan mengelola bisnis. Baginya, keseimbangan bukan tentang memilih, melainkan tentang mengatur dengan bijak.

Di tengah perjalanan itu, ia juga sempat menapaki dunia politik. Sebuah pengalaman yang ia sebut sebagai pelajaran mahal dan berharga.

Dunia yang keras dan penuh dinamika itu akhirnya ia tinggalkan, menyadari bahwa tidak semua medan harus diperjuangkan, terutama ketika ada hal yang lebih penting untuk dijaga.

Kini, fokus hidupnya lebih jernih.

Ia ingin meninggalkan sesuatu yang bermakna—bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga nilai. Bagi Novita, warisan terbaik untuk anak-anaknya adalah integritas, nilai hidup yang kuat, dan kemampuan untuk menjadi berkat bagi orang lain. Ia juga berharap usahanya dapat terus berkembang dan suatu hari diwariskan kepada salah satu anaknya.

Lebih luas lagi, ia menyimpan harapan sederhana namun dalam: melihat Indonesia yang lebih sejahtera, masyarakat yang tidak terbebani, dan kehidupan sosial yang dipenuhi adab serta kepedulian.

Bagi Novita, hidup adalah tentang bertumbuh.

Dan bertumbuh, tidak pernah nyaman.

Namun justru di situlah maknanya.

Ia percaya, ketika proses terasa berat dan membelenggu, manusia perlu belajar mencari pertolongan yang tepat. Karena pada akhirnya, kita tidak pernah benar-benar sendiri.

Dan selama kita masih memilih untuk bertahan.bahkan hanya untuk satu hari lagi,maka kita sedang melangkah menuju versi diri yang lebih kuat.

Pelan-pelan, tanpa disadari, hidup akan memperlihatkan hasil dari setiap proses itu.

Dan dari sanalah, kita akan memetik buahnya.

 

 

Source image: Novita

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *