Nosel.id Jakarta- Bagi Novia Okny Y, perjalanan hidup tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Justru dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan dengan konsisten, ia menemukan perubahan yang luar biasa dalam hidupnya.
Novia berasal dari Kabupaten Bogor, sebuah tempat yang menjadi saksi tumbuhnya banyak cerita sederhana namun penuh makna dalam hidupnya.
Di sana ia belajar tentang ketahanan, kemandirian, serta bagaimana tetap memiliki hati yang hangat dalam setiap proses kehidupan. Nilai-nilai itu pula yang membentuk karakter dirinya hingga hari ini.
Dalam kesehariannya, Novia bekerja sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan multinasional.
Ritme kerja yang ia jalani cukup padat, layaknya pekerja profesional dengan jadwal 9 to 5. Namun karena perannya sebagai seorang konsultan, tidak semua waktunya dihabiskan di balik meja kantor.
Hal itu memberinya ruang untuk tetap menyeimbangkan kehidupan dengan aktivitas lain yang ia cintai, termasuk olahraga.
Bagi Novia, olahraga bukanlah soal memiliki waktu luang, melainkan soal kemauan untuk memulainya. Ia percaya bahwa jika seseorang benar-benar ingin bergerak, selalu ada cara untuk meluangkan waktu.
Perjalanannya di dunia lari justru dimulai dari alasan yang sangat personal dan menyentuh.
Sekitar dua setengah tahun lalu, ayahnya diminta oleh dokter untuk rutin berjalan kaki demi menjaga kondisi kesehatannya. Saat itu pula Novia menyadari bahwa berat badannya sempat mencapai 79 kilogram.
Dari situlah semuanya bermula.
Ia mulai menemani sang ayah berjalan kaki setiap hari. Aktivitas sederhana yang awalnya hanya bentuk dukungan untuk orang tua perlahan berubah menjadi kebiasaan yang memberi dampak besar bagi dirinya sendiri.
Lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Kota Wisata Cibubur yang dipenuhi para pelari juga turut memberikan inspirasi.
Sedikit demi sedikit, Novia mulai mengubah gaya hidupnya. Ia memperbaiki pola makan, menjaga konsistensi olahraga, dan belajar menikmati setiap proses perubahan.
Tujuannya sederhana namun sangat bermakna: ia ingin hidup lebih sehat agar bisa terus hadir dan menjaga kedua orang tuanya.
Perjalanan itu pun membawa hasil yang luar biasa. Tanpa terasa, berat badannya turun dari 79 kilogram menjadi 53 kilogram.
Namun bagi Novia, perubahan fisik hanyalah satu bagian kecil dari perjalanan yang lebih besar.
Dunia lari kemudian menjadi ruang baru baginya untuk terus belajar tentang disiplin, konsistensi, dan ketahanan mental.
Tahun 2025 menjadi salah satu momen paling berharga dalam hidupnya ketika ia berhasil menyelesaikan virgin marathon pertamanya di Borobudur Marathon dengan catatan waktu 5 jam 5 menit 49 detik.
Sebuah pencapaian yang bahkan sempat sulit ia bayangkan sebelumnya.
Menyelesaikan marathon bukanlah perkara mudah, terlebih dengan elevasi lintasan Borobudur Marathon yang dikenal cukup menantang. Namun dengan latihan yang konsisten dan tekad yang kuat, Novia berhasil menaklukkan jarak 42 kilometer tersebut hingga garis finish.
Kini perjalanannya belum berhenti.
Novia tengah mempersiapkan diri untuk marathon keduanya pada Juni 2026 dalam perjalanan yang ia sebut sebagai #roadto2ndmarathon. Harapannya sederhana: dapat kembali menyelesaikan lomba dengan lebih baik dari sebelumnya.
Lebih dari sekadar mengejar waktu atau prestasi, Novia berharap dirinya selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan hati yang tetap rendah hati dalam menjalani setiap proses kehidupan.
Ia juga berharap keluarganya selalu berada dalam lindungan dan kebahagiaan.
Dalam karier maupun kehidupan pribadi, ia ingin terus berkembang tanpa kehilangan jati diri. Baginya, apa pun yang ia jalani semoga dapat membawa dampak baik bagi orang-orang di sekitarnya.
Di akhir ceritanya, Novia juga menyampaikan pesan sederhana namun sangat bermakna bagi siapa pun yang membaca kisahnya.
Tidak semua orang harus langsung terlihat cepat. Yang terpenting adalah berani memulai dan membiasakan diri untuk terus bergerak.
Ia selalu merasa bangga melihat orang-orang yang memulai perjalanan larinya, karena setiap pelari memiliki alasan yang berbeda—sering kali sangat personal yang membawa mereka ke dunia ini.
Apa pun alasan itu, semoga semuanya membawa ke arah yang lebih baik.
Karena pada akhirnya, konsistensi adalah segalanya. Bukan tentang seberapa cepat seseorang memulai, melainkan tentang seberapa lama ia mampu bertahan dan terus berjalan.
Maka jangan menunggu sempurna. Mulailah saja dulu, sekecil apa pun langkahnya. Karena dari situlah semua perubahan akan bertumbuh.
Seperti kata yang selalu ia pegang dalam setiap langkahnya:
“Run your own race, at your own pace.”
Source image: Novia Okny Y
