Mocca: Dari Desa Mayong yang Keras, Menjadi Perempuan Tangguh yang Menikmati Proses Hidup

Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Bali, tepatnya di Desa Mayong, Buleleng, Mocca tumbuh dalam lingkungan yang membentuk mentalnya menjadi kuat sejak dini.

Desanya mungkin tidak dikenal sebagai wilayah yang sejuk dan subur.bahkan cenderung tandus. Namun justru dari kondisi itulah, lahir perempuan-perempuan tangguh.

Di tempat ia berasal, hidup tidak selalu mudah. Perjuangan menjadi bagian dari keseharian. Tak heran jika perempuan-perempuan di sana dikenal ulet, pekerja keras, dan tidak mudah menyerah.

Nilai-nilai itu melekat kuat dalam diri Mocca, membentuk karakter yang membawanya melangkah jauh hingga hari ini.

Kini, Mocca menjalani berbagai peran dalam hidupnya. Ia aktif sebagai pelaku usaha dengan bisnis open trip ke Thailand, sekaligus bekerja di bidang marketing jual beli mobil bekas.

Tak berhenti di situ, ia juga mengembangkan usaha lain seperti tempat nongkrong hingga home studio tattoo, sebuah ruang kreatif yang mencerminkan jiwanya yang bebas dan ekspresif.

Belakangan, Mocca juga mulai menikmati dunia konten digital. Baginya, ini bukan sekadar tren, tetapi cara untuk mengeksplorasi pengalaman baru, bertemu perspektif berbeda, dan terus bertumbuh.

Perjalanan yang ia lalui tentu tidak selalu mulus. Di balik pencapaian, ada cerita-cerita yang tidak semua orang kuat menjalaninya. Ia pernah mengalami penipuan hingga ratusan juta rupiah.

Pernah pula merasakan kehilangan kepercayaan saat mobil dibawa kabur dan uang ditilep oleh orang yang ia kenal.

Namun hidup tidak berhenti di sana.

Alih-alih tenggelam dalam kekecewaan, Mocca memilih untuk belajar. Ia menjadikan setiap pengalaman sebagai guru terbaik dalam hidupnya.

Dari situ, ia menemukan cara untuk tetap menikmati hidup.dengan mempersempit lingkar pergaulan, fokus pada kebahagiaan diri sendiri dan keluarga kecilnya, serta tidak lagi memberi ruang pada suara-suara negatif dari luar.

Baginya, hidup bukan tentang menyenangkan semua orang. Hidup adalah tentang bagaimana kita bisa tetap utuh dan bahagia dalam versi kita sendiri.

Di tengah segala dinamika yang ia jalani, Mocca memegang satu prinsip sederhana: tidak harus sempurna, yang penting terus menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Sebuah cara pandang yang membuatnya tetap ringan melangkah, tanpa beban untuk selalu terlihat “ideal”.

Lebih dari sekadar perjalanan pribadi, Mocca juga membawa pesan yang kuat tentang makna kehidupan.

“Hidup itu seperti seni tattoo; penuh warna, penuh makna, dan unik dengan caranya sendiri.”

Seperti tattoo yang tidak pernah benar-benar sama antara satu orang dengan yang lain, begitu pula hidup.

Setiap orang memiliki cerita, luka, warna, dan keindahannya masing-masing.

Melalui kisahnya, Mocca mengajak kita untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Untuk berani menjadi diri sendiri. Untuk menerima bahwa hidup tidak harus sempurna untuk bisa berarti.

Karena pada akhirnya, menjadi versi terbaik dari diri sendiri jauh lebih penting daripada menjadi salinan dari siapa pun.

 

Source image: moccs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *