Nosel.id Jakarta- Berawal dari ketertarikannya pada dunia makeup teater saat masih aktif di kampus pada 2018, Hani tidak pernah menyangka bahwa aktivitas tersebut akan menjadi awal perjalanan kariernya sebagai makeup artist (MUA).
Seiring waktu, semakin banyak orang yang meminta jasanya untuk makeup hingga akhirnya Hani mulai berani menawarkan layanan makeup secara profesional dan berbayar.
Perjalanan tersebut tentu tidak selalu berjalan mulus. Hani sempat vakum dari dunia makeup karena pandemi COVID-19 sekaligus harus fokus menyelesaikan pendidikan S2.
Namun, jeda tersebut tidak membuat kecintaannya terhadap profesi ini hilang. Ia kembali menekuni dunia makeup dengan semangat untuk terus berkembang dan mengikuti perubahan tren yang bergerak begitu cepat.
Bagi Hani, menjadi MUA bukan sekadar tentang mempercantik penampilan seseorang. Ada kebahagiaan tersendiri ketika profesinya mampu membuka kesempatan kerja bagi orang-orang yang membutuhkan.
Dari perjalanan yang ia bangun secara mandiri, Hani perlahan menciptakan ruang bagi orang lain untuk ikut tumbuh dan mendapatkan penghasilan.

Portofolio
Ia menyadari bahwa industri kecantikan merupakan bidang yang dinamis. Seorang MUA dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengikuti tren yang berubah hampir setiap hari.
Karena itu, Hani memilih untuk menjadikan proses belajar sebagai bagian dari perjalanan kariernya.
Yang membuat perjalanan Hani semakin bermakna adalah bagaimana ia membangun karier tersebut benar-benar dari nol. Tidak ada sponsor atau dukungan besar dari pihak tertentu.
Di balik langkahnya, hanya ada dukungan dari keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat yang selalu memberikan semangat.
Ke depan, Hani berharap karier yang telah dibangunnya dapat terus berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Baginya, keberhasilan bukan hanya tentang seberapa jauh dirinya berkembang, tetapi juga tentang seberapa banyak orang yang bisa ikut merasakan manfaat dari perjalanan tersebut.
“Sukses itu butuh rasa tidak nyaman, just hang in there.”

Kalimat tersebut menjadi pengingat bagi Hani bahwa setiap proses menuju keberhasilan pasti memiliki tantangan.
Ketika harus berada dalam situasi yang tidak nyaman, yang terpenting adalah tetap bertahan, terus belajar, dan tidak berhenti melangkah.
Source image: Hani






