Isna Dewi MUA, Dari Salon Rambut, Menemukan Jalan di Dunia Makeup

Nosel.id Jakarta- Berasal dari Surabaya dan tumbuh di kawasan pinggiran kota, Isna Dewi menyimpan banyak kenangan sederhana tentang masa kecil.

Sekolah di pagi hari, mengaji sore, bermain bersama teman tanpa banyak beban, hingga menikmati jajanan dengan mudah karena tinggal meminta kepada orang tua.

Kenangan sederhana itulah yang membuat masa kecilnya selalu terasa istimewa.

Perjalanan karier Isna di dunia kecantikan sebenarnya dimulai dari bisnis salon rambut. Ia membuka usaha yang melayani berbagai kebutuhan, mulai dari potong rambut, creambath, hingga smoothing. Namun, sebuah pengalaman kemudian mengubah arah perjalanannya.

Setelah mengikuti kursus makeup bersama salah satu MUA dari stasiun televisi swasta, Isna justru menemukan passion dan peluang yang lebih besar di dunia makeup.

Permintaan untuk jasa makeup semakin berkembang hingga akhirnya ia memutuskan menutup salon dan fokus menjadi Makeup Artist (MUA).

Bagi Isna, salah satu kebahagiaan terbesar menjadi MUA adalah ketika melihat senyum puas di wajah klien setelah makeup selesai.

Selain kepuasan batin, profesi ini juga memberikan apresiasi secara finansial yang membuatnya semakin yakin dengan jalan yang dipilih.

Namun, menjadi MUA juga membutuhkan kesabaran ekstra. Setiap klien memiliki karakter, selera, dan ekspektasi yang berbeda.

Ada klien yang mudah diajak bekerja sama, tetapi ada pula yang cukup sulit atau menyampaikan kritik dengan cara yang kurang menyenangkan.

Situasi seperti itu terkadang membuatnya merasa down, tetapi sekaligus menjadi pembelajaran untuk terus meningkatkan kemampuan dan profesionalismenya.

Ke depan, Isna berharap selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta kelancaran dan keberkahan dalam karier.

Ia juga memiliki impian untuk bisa mencapai kesuksesan seperti  Benu Sarumba, sekaligus menjadikan profesinya sebagai jalan untuk memberikan manfaat bagi banyak orang.

Bagi Isna, setiap pekerjaan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Begitu pula profesi MUA bukan sekadar membuat seseorang terlihat lebih cantik, tetapi memastikan hasil yang diberikan mampu membuat klien merasa puas dan dihargai.

Segala yang kita kerjakan adalah amanah. Allah mencintai pekerjaan yang dikerjakan dengan tanggung jawab.

Dan dalam pekerjaan sebagai MUA, yang nomor satu adalah tanggung jawab terhadap hasil yang diterima baik oleh klien.”

 

 

Source image: Isna Dewi