Nosel.id Jakarta- Bagi dr. Ngabila Salama, MKM, menjadi dokter bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hidup yang telah tumbuh sejak masa kanak-kanak.
Lahir dan besar di Jakarta, ia telah memendam cita-cita menjadi dokter sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Alasannya sederhana, tetapi begitu kuat: ingin membantu sebanyak mungkin orang.
Impian masa kecil itu kini menjelma menjadi perjalanan pengabdian yang nyata. Selama lebih dari 12 tahun mengabdi sebagai bagian dari pelayanan kesehatan di Jakarta, dr. Ngabila terus menghadirkan berbagai inovasi dan aksi nyata yang berfokus pada kesehatan masyarakat.
Baginya, keberhasilan seorang tenaga kesehatan tidak hanya diukur dari banyaknya pasien yang ditangani, tetapi dari seberapa besar dampak yang bisa dirasakan masyarakat luas.
“Dari Jakarta, untuk Indonesia,” menjadi semangat yang selalu ia pegang dalam setiap langkah pengabdiannya.
Melalui Ngabila Care, yayasan kesehatan yang ia dirikan, dr. Ngabila ingin menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat, khususnya mereka yang sering menyebut dirinya sebagai kalangan “mendang-mending” masyarakat yang harus mempertimbangkan banyak hal sebelum mengakses layanan kesehatan.
Baginya, kesehatan adalah hak setiap orang, bukan sebuah kemewahan.
Semangat Care for All, No One Left Behind menjadi prinsip utama yang menggerakkan setiap program yang dijalankan. Tidak boleh ada satu pun masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai kegiatan sosial yang rutin ia lakukan.
Salah satunya ketika pada 20–21 Juni 2026, Ngabila Care berkontribusi menyediakan tiga unit mobil beserta pengemudi untuk mengantar pasien dari Jakarta menuju Cirebon dalam kegiatan bakti sosial operasi gratis bagi 15 pasien dengan kelainan bawaan lahir, termasuk bibir sumbing. Program yang berkolaborasi dengan berbagai pihak itu menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.
Namun, bagi dr. Ngabila, sehat tidak hanya berarti terbebas dari penyakit. Ia percaya bahwa kesehatan mencakup fisik, mental, hingga rasa percaya diri.
Karena itulah, ia juga mengembangkan berbagai produk kesehatan dan perawatan diri yang lahir dari filosofi sederhana: penampilan yang terawat dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri seseorang.
Menurutnya, wellness, beauty, dan grooming bukan sekadar soal estetika, melainkan bagian dari kualitas hidup.
Produk-produk yang dikembangkan bersama timnya berfokus pada kulit yang sehat, lembap, dan cerah, serta parfum dengan kualitas yang dikembangkan melalui berbagai survei dan uji sehingga mampu memberikan pengalaman layaknya parfum premium.
Seluruh proses tersebut dibangun bukan sekadar mengikuti tren, tetapi berangkat dari keinginan tulus untuk menghadirkan produk yang bermanfaat sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
“Amanah dan kepercayaan masyarakat adalah pondasi utama dari setiap karya yang kami hadirkan,” ujarnya.
Di tengah kesibukannya sebagai praktisi kesehatan masyarakat, dr. Ngabila juga aktif mengampanyekan pentingnya gaya hidup sehat melalui media sosial. Salah satu pesan yang konsisten ia gaungkan adalah bahwa menjaga kesehatan harus menjadi budaya, bukan sekadar kebiasaan sesaat.
Hal itu bahkan ia simbolkan melalui kecintaannya pada kebaya. Bagi dr. Ngabila, kebaya bukan hanya warisan budaya Indonesia, tetapi juga simbol perempuan yang sehat, anggun, dan percaya diri.
Dari sanalah lahir semangat yang ia usung, “Kebaya Budaya, Sehat Budaya.”
Harapan terbesar dr. Ngabila sesungguhnya sangat sederhana. Ia ingin melihat masyarakat Indonesia hidup lebih sehat, baik secara fisik maupun mental.
Menurutnya, kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh, sehingga keduanya harus dijaga secara seimbang.
Menutup kisahnya, dr. Ngabila selalu mengingatkan bahwa kesehatan adalah investasi terbaik dalam kehidupan.
“Sehat itu harus, glowing itu bonus.“

Kalimat sederhana tersebut menjadi cerminan filosofi hidupnya. Bahwa kesehatan bukan hanya tentang penampilan luar, tetapi tentang kualitas hidup yang memungkinkan seseorang terus berkarya, berbagi, dan memberi manfaat bagi sesama.
Perjalanan dr. Ngabila Salama, MKM menunjukkan bahwa profesi dokter bukan hanya tentang mengobati penyakit, tetapi juga tentang menghadirkan harapan, membangun kesadaran, dan menginspirasi masyarakat untuk hidup lebih sehat.
Dari Jakarta, ia terus melangkah membawa semangat pengabdian bagi Indonesia, membuktikan bahwa ketulusan untuk melayani akan selalu menjadi obat yang paling bermakna bagi banyak orang.
Source image: dr. Ngabila Salama, MKM






