Nosel.id Jakarta& Memiliki darah Manado, lahir di Bogor, dan menghabiskan masa kecil hingga lulus SMA di Bekasi membuat Liana Abigail tumbuh dengan pengalaman yang kaya akan keberagaman.
Meski lahir di Kota Hujan, ia selalu menyebut Bekasi sebagai kota yang paling membentuk dirinya. Di sanalah ia belajar, berteman, dan membangun fondasi karakter yang kelak menjadi bekal dalam menapaki kehidupan.
Perjalanan hidupnya kemudian berlanjut ke Semarang untuk menempuh pendidikan tinggi. Setelah menyelesaikan kuliah, Liana memulai babak baru kariernya di BSD, Tangerang.
Baginya, setiap kota yang pernah disinggahi memiliki cerita dan pelajaran yang berbeda. Semua pengalaman itu perlahan membentuk dirinya menjadi perempuan yang lebih tangguh, terbuka, dan siap menghadapi tantangan.
Saat ini Liana bekerja sebagai Agent Call Center di dunia perbankan. Namun aktivitasnya tidak berhenti di sana. Di luar pekerjaan utama, ia juga aktif sebagai Master of Ceremony (MC), content creator, hair stylist, serta tetap menyempatkan diri menjalani hobi berolahraga.
Banyak orang bertanya mengapa ia memilih menjalani begitu banyak peran sekaligus.
Dengan senyum dan candaan khasnya, Liana menjawab, “Ya karena hidup juga butuh biaya.”

Meski demikian, alasan sesungguhnya jauh lebih dalam. Ia percaya bahwa Tuhan telah mempercayakan berbagai talenta yang patut dikembangkan.
Setiap profesi yang dijalaninya menjadi ruang belajar untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, serta terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Di balik kesibukan tersebut, Liana menikmati kesempatan bertemu banyak orang dengan latar belakang yang beragam. Dari setiap pertemuan, ia memperoleh pelajaran baru yang memperkaya cara pandangnya terhadap kehidupan.
Namun perjalanan itu juga memiliki tantangan. Rasa lelah, waktu bersama keluarga dan sahabat yang semakin terbatas, hingga kebiasaan overthinking mengenai apakah dirinya sudah memberikan yang terbaik, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesehariannya.
Menariknya, meski pekerjaannya identik dengan berbicara dan berinteraksi dengan banyak orang, Liana mengaku dirinya sebenarnya cukup introvert.
Ia juga masih sering merasa kurang percaya diri. Namun setiap kali keraguan datang, ia memilih kembali menguatkan dirinya dengan iman.
Liana percaya bahwa jika Tuhan mengizinkan seseorang berjalan di sebuah jalan, maka Tuhan juga akan memberikan kemampuan untuk menjalaninya.
Karena itu, setiap selesai bekerja, ia selalu meluangkan waktu untuk mengevaluasi diri dan berdoa agar terus diberi kesempatan belajar serta menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
Harapan terbesar Liana bukanlah sekadar meraih kesuksesan. Ia berdoa agar Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, hikmat, dan hati yang rendah.
Ia ingin terus bertumbuh, membahagiakan keluarga, menjadi berkat bagi banyak orang, mengerjakan setiap kesempatan dengan penuh tanggung jawab, serta suatu hari dipertemukan dengan pasangan hidup terbaik yang telah Tuhan siapkan.

Melalui kisah hidupnya, Liana ingin mengingatkan siapa pun agar tidak takut mencoba hal baru dan tidak malu memulai dari nol. Menurutnya, talenta memang dapat membuka pintu kesempatan, tetapi karakter dan kemauan untuk terus belajar adalah kunci yang menentukan sejauh mana seseorang dapat melangkah.
“Aku percaya, talenta bisa membuka pintu, tetapi karakter dan kemauan untuk terus belajar akan menentukan seberapa jauh kita melangkah.
Jadi jangan takut mencoba, jangan malu memulai dari nol, dan jangan lelah bertumbuh.
Tuhan tidak selalu memanggil orang yang sudah siap, tetapi Dia selalu mempersiapkan orang yang Dia panggil.”
Quotes inspiratifnya ialah…..
“Be teachable before being remarkable. Never stop learning, stay grounded, and trust God’s plan is the best for us.”
Source image: Liana Abigail






