Nosel.id Jakarta- Di balik senyumnya yang hangat, dr. Fathia Rianty, Sp.DVE menyimpan perjalanan panjang yang penuh proses, ketekunan, dan dukungan keluarga.
Lahir dan besar di Bogor, tepatnya di kawasan yang cukup jauh dari pusat kota, masa kecilnya diwarnai perjalanan panjang menuju sekolah serta hari-hari libur yang lebih banyak dihabiskan bersama keluarga di rumah.
Namun, justru dari lingkungan sederhana itulah ia tumbuh dengan bekal yang sangat berharga.
Kehangatan keluarga yang harmonis dan penuh dukungan membuatnya memiliki fondasi emosional yang kuat. “Alhamdulillah, tangki cinta saya terpenuhi oleh keluarga saya yang harmonis dan suportif,” tuturnya.
Menariknya, saat kecil Fathia tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang dokter. Cita-cita pertamanya justru ingin menjadi pilot karena terpesona dengan dunia penerbangan.
Ia juga sempat tertarik pada bidang seni dan desain. Namun kehidupan membawanya pada jalan yang berbeda, sebuah jalan yang kemudian ia syukuri sepenuh hati.
Ketika memilih spesialisasi dermatologi dan venereologi, ia menemukan bahwa bidang tersebut sangat sesuai dengan kepribadiannya.
Baginya, kesehatan kulit bukan sekadar soal penampilan, melainkan bagian penting dari kesehatan seseorang secara menyeluruh.
Sejak mulai praktik, keyakinannya semakin kuat bahwa inilah panggilan hidup yang memang ditakdirkan untuknya.
Bagi dr. Fathia, profesi dokter menghadirkan begitu banyak kebahagiaan. Selain dapat membantu pasien memperoleh kualitas hidup yang lebih baik, ia juga menikmati proses belajar yang tidak pernah berhenti.
Dunia kedokteran terus berkembang, sehingga setiap hari selalu ada ilmu baru yang bisa dipelajari demi memberikan pelayanan terbaik.
Di balik pencapaian tersebut tentu ada perjuangan yang tidak ringan. Pendidikan dokter spesialis membutuhkan waktu yang panjang, pengorbanan, serta konsistensi yang luar biasa.
Meski demikian, semua proses itu menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya hingga hari ini.
Kesibukan praktik tidak membuatnya melupakan pentingnya menjaga keseimbangan hidup. Ia percaya bahwa seorang dokter juga perlu merawat dirinya sendiri agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada orang lain.

Di sela aktivitas profesionalnya, ia tetap meluangkan waktu untuk menjalani berbagai hobi sebagai bentuk menjaga wellbeing. Baginya, hidup yang seimbang akan menghadirkan energi positif untuk terus berkarya dan melayani.
Lebih dari sekadar mengobati, dr. Fathia memiliki harapan besar bagi masyarakat Indonesia. Ia ingin semakin banyak orang menyadari bahwa menjaga kesehatan kulit bukan hanya demi estetika, tetapi merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara utuh.
Edukasi menjadi salah satu misi yang terus ia jalankan agar masyarakat lebih memahami pentingnya perawatan kulit yang benar dan berbasis ilmu kedokteran.

Pada akhirnya, warisan yang ingin ia tinggalkan bukanlah sekadar gelar ataupun pencapaian profesional.
“I hope that years from now, people won’t remember me only for the titles I earned, but for the lives I touched with knowledge, compassion, and sincerity.”
Kalimat tersebut menjadi cerminan filosofi hidup dr. Fathia Rianty, Sp.DVE.
Bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang apa yang berhasil diraih, melainkan tentang berapa banyak kehidupan yang berhasil disentuh melalui ilmu, kasih sayang, dan ketulusan.
Source image: dr. Fathia Rianty, Sp.DVE






