Dewi: Langkah Awal dari NTT, Membawa Harapan dan Ketulusan

Nosel.id Jakarta- Dewi, atau yang akrab disapa Non, adalah sosok perempuan muda yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Ia tumbuh dalam keluarga yang hangat, penuh cinta, dan saling mendukung satu sama lain.

Dari lingkungan sederhana itulah Dewi belajar arti kebersamaan, ketulusan, dan kekuatan doa dalam menjalani kehidupan.

Sebagai anak pertama, Dewi menyadari bahwa hidup bukan hanya tentang dirinya sendiri, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap keluarga.

Nilai-nilai itu tertanam sejak kecil, menjadi penguat dalam setiap langkah yang ia ambil hingga hari ini.

Perjalanan Dewi saat ini baru saja memasuki fase baru. Ia telah menyelesaikan pendidikan kuliahnya dan sedang berada di titik awal untuk membangun karier.

Meski belum memiliki pekerjaan tetap, Dewi tidak berhenti bergerak.

Selama masa kuliah, ia mengisi hari-harinya dengan hal-hal sederhana namun bermakna nongkrong bersama teman sambil mengerjakan tugas, berbagi cerita, dan menikmati proses belajar dengan cara yang menyenangkan.

Di balik kesederhanaannya, Dewi memiliki kecintaan pada dunia fotografi. Baginya, foto bukan sekadar gambar, tetapi cara untuk menangkap momen, menyimpan cerita, dan melihat keindahan dari sudut pandang yang berbeda.

Hobi ini menjadi ruang bagi Dewi untuk mengekspresikan diri sekaligus menemukan kebahagiaan kecil dalam keseharian.

Bagi Dewi, menikmati aktivitas sehari-hari adalah kunci untuk tetap bertahan dan berkembang.

Ia percaya bahwa hidup tidak harus selalu berat selama kita mampu menemukan rasa syukur di dalamnya. Salah satu prinsip yang ia pegang teguh adalah tidak terlalu memikirkan perkataan orang yang menjatuhkan.

Kalau kita terlalu fokus pada hal-hal negatif, itu hanya akan jadi beban. Kita jadi sulit berkembang,” ujarnya.

Kini, harapan Dewi sederhana namun penuh makna. Ia ingin mendapatkan pekerjaan yang layak dan halal, agar bisa mandiri dan tidak terus bergantung pada orang tua.

Sebagai anak pertama, ada dorongan kuat dalam dirinya untuk bisa menjadi kebanggaan sekaligus penopang keluarga.

Tak lupa, doa selalu ia panjatkan untuk orang-orang tercinta agar keluarganya selalu diberi kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang melimpah.

Di akhir ceritanya, Dewi menyampaikan pesan yang begitu tulus dan relevan bagi siapa saja:

“Di mana pun kita berada, berbaik hatilah kepada orang lain.

Jangan pernah menghitung-hitung kebaikan kita, karena suatu saat kita juga akan membutuhkan bantuan dari orang lain.”

Langkah Dewi mungkin masih di awal, namun semangat, ketulusan, dan harapannya menjadi bekal kuat untuk menapaki masa depan.

Dari NTT, ia membawa cerita sederhana yang mengingatkan kita bahwa perjalanan besar selalu dimulai dari niat baik dan hati yang tulus.

 

Source image: dewi

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *