Anandaku Kaliehna: Menyulam Hidup dalam Irama Seni dan Keikhlasan di Kota Jogja

Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Yogyakarta, Anandaku Kaliehna yang akrab disapa Kalieh, menjalani hidup yang begitu lekat dengan dunia seni.

Bagi Kalieh, Jogja bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang hidup yang penuh makna. Kota yang dikenal sebagai “kota seni” itu bukan hanya menjadi latar, tetapi juga bagian dari dirinya.

Terlahir di keluarga yang berkesenian, Kalieh tumbuh dalam lingkungan yang hangat, kreatif, dan penuh ekspresi.

Dari kecil, ia sudah diperkenalkan dengan nilai-nilai seni yang kemudian membentuk cara pandangnya terhadap hidup lebih peka, lebih terbuka, dan lebih menghargai proses.

Baginya, hidup di Jogja adalah pilihan yang ia pegang sepenuh hati. Segala proses yang ia jalani sejak dulu hingga kini, ia terima dengan rasa syukur dan keteguhan.

Ia tetap “kekeh” menjalani hidup di kota yang telah memberinya banyak arti, sembari terus menikmati setiap keindahan yang ditawarkan.

Perjalanan Kalieh di dunia seni bukan sesuatu yang tiba-tiba. Sejak kecil, ia telah memiliki kecintaan pada musik, khususnya bernyanyi. Hobi yang sederhana itu perlahan berkembang menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Bahkan, ia sempat dipercaya menjadi vokalis pengganti sementara untuk band asal Jogja, OLSKI, sebuah pengalaman yang semakin menguatkan jalannya di dunia seni.

Tak berhenti di depan panggung, Kalieh juga menapaki sisi lain dari dunia kreatif. Ia menempuh pendidikan di jurusan Manajemen Seni di ISI Yogyakarta, yang membawanya memahami dunia seni dari balik layar.

Dari sana, ia belajar bahwa seni bukan hanya tentang tampil, tetapi juga tentang mengelola, merancang, dan membangun ekosistem kreatif.

Prinsip hidupnya sederhana namun kuat: apa pun yang membuat dirinya berkembang, akan ia jalani. Karena itu, Kalieh juga aktif mengambil berbagai peran, termasuk sebagai MC.

Baginya, selama itu masih dalam lingkup yang ia cintai dan bisa ia kerjakan dengan sepenuh hati, maka ia akan menjalaninya dengan senang.

Perjalanan di dunia seni tentu tidak selalu mulus. Kalieh menyadari betul dinamika yang ada, jadwal yang tidak menentu, panggilan kerja yang datang dan pergi, hingga benturan waktu antar pekerjaan.

Namun, di balik semua itu, ia menemukan kebahagiaan yang tidak tergantikan.

Baginya, setiap pengalaman adalah ruang belajar. Setiap pertemuan adalah kesempatan untuk bertumbuh.

Dunia yang ia jalani bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga memperkaya kemampuannya dalam bersosialisasi dan memahami orang lain.

Di tengah perjalanan yang terus berjalan, Kalieh menyimpan harapan yang hangat dan membumi. Ia ingin tetap sehat, bahagia, dan dikelilingi oleh orang-orang baik.

Untuk keluarganya, ia berharap akan selalu ada ruang untuk saling memahami, belajar dari sudut pandang yang berbeda, dan terus tumbuh bersama dari setiap kesalahan.

Untuk dirinya sendiri, Kalieh berharap dapat terus “waras” di tengah kerasnya kehidupan, tetap rendah hati, dan tidak berhenti belajar. Ia juga memiliki mimpi sederhana namun bermakna besar, bisa membantu banyak orang di sekitarnya.

Baginya, hidup memang tidak selalu mudah. Namun, ia percaya bahwa dengan saling membantu dan menguatkan, beban yang berat bisa terasa lebih ringan.

Pesan yang ia bawa pun begitu jujur dan menenangkan:

Bahwa tidak apa-apa jika hari ini terasa berat. Tidak apa-apa jika masih ada kecewa, jika belum berhasil, atau bahkan jika harus gagal lagi.

Tidak perlu terus menyalahkan diri sendiri, karena setiap usaha yang dilakukan hari ini sudah berarti.

Istirahatlah jika lelah. Berhenti sejenak bukan berarti menyerah.

Karena besok, perjalanan itu akan selalu bisa dilanjutkan kembali.

Dan seperti hidup Kalieh yang terus berjalan dalam irama seni dan ketulusan, setiap langkah kecil tetaplah bagian dari perjalanan besar yang layak untuk diperjuangkan.

 

Source image: Kalieh

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *