Nosel.id Jakarta- Perjalanan hidup Ziyah dimulai dari Jakarta, namun hatinya dibesarkan oleh ketenangan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Di kampung inilah ia tumbuh setiap hari dikelilingi kedamaian: keluarga yang hangat, warga yang ramah, dan suasana yang membuat siapa pun merasa pulang.
Tanah Grogot bukan hanya tempat tinggal itu adalah ruang yang membentuk karakter lembut dan kuat dalam dirinya.
Ruang yang mengajarkannya bahwa hidup paling indah ketika dijalani dengan syukur.
Ziyah adalah lulusan S1 Ilmu Komunikasi. Ia sempat bekerja di beberapa perusahaan, menjalani rutinitas profesional yang padat dan menantang.
Namun pada akhirnya, ia memilih untuk menjalani babak hidup yang berbeda menjadi ibu rumah tangga.
Keputusan itu bukan kemunduran, melainkan pilihan sadar.
Pilihan untuk hadir bagi keluarga kecilnya, menikmati waktu bersama suami, dan menjalani hari dengan ritme yang lebih selaras.

Di sela kesibukan rumah, ia juga merawat hobinya berolahraga, sesuatu yang membuat tubuh dan pikirannya tetap bugar.
Peran yang ia jalani sekarang bukan tanpa proses. Ada pengorbanan, ada penyesuaian, dan tentu ada momen-momen yang menantang.
Namun Ziyah memilih untuk melihat semuanya dengan kacamata syukur.
“Dinimati, disyukuri, dan Alhamdulillah, selalu happy,” ujarnya tulus.
Bagi Ziyah, kebahagiaan bukan datang dari keadaan yang sempurna, melainkan dari hati yang mampu menerima dan mencintai prosesnya.
Dalam langkah hariannya, ada satu doa yang selalu ia panjatkan:
semoga keluarga kecilnya selalu sehat, diberkahi, dan dijaga oleh Allah.
Tidak lebih, tidak kurang karena bagi Ziyah, kelimpahan terbesar adalah keberkahan dalam keluarga.

Pesannya sederhana, namun penuh makna bagi siapa saja yang sedang mencari arah hidup:
“Jika kamu tidak tahu apa yang harus kamu kejar saat ini, kejarlah dirimu sendiri.
Berusaha menjadi versi dirimu yang paling baik, paling sehat, paling bahagia, dan paling percaya diri.”
Itulah filosofi yang Ziyah pegang: ketika seseorang mampu memenangkan dirinya sendiri, maka hidup akan membuka jalannya satu per satu.
Source image: ziyah












