Zahwa Malabar, Sebuah Peran di Film Bisa Membawa Pesan Besar!

Nosel.id Jakarta- Bagi Zahwa Malabar, dunia hiburan bukanlah ruang asing.

Sejak usia 5 tahun, ia telah tumbuh bersama kamera, memulai langkah dari YouTube hingga kini dikenal sebagai content creator sekaligus talent sinetron dan film.

Namun keterlibatannya dalam film layar lebar “Sayap Garuda” menghadirkan pengalaman yang berbeda lebih dalam, lebih bermakna.

Film Sayap Garuda garapan sutradara Tarmizi Abka menjadi titik refleksi baru bagi Zahwa.

Mengangkat isu perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan, film ini membuka matanya bahwa dunia sekolah tidak selalu seaman yang terlihat, dan luka yang ditinggalkan bullying kerap tak kasat mata.

 “Selama ini aku hidup di dunia entertainment, terbiasa tampil dan menghibur.

Tapi lewat film ini, aku belajar bahwa sebuah peran bisa membawa pesan besar,” ujar Zahwa.

Berbasis produksi TRAZZ PICTURES bersama Sekolah SUKMA, Sayap Garuda mengambil latar Malang Raya, kota yang dikenal sebagai kota pelajar.

Di sanalah Zahwa merasakan atmosfer cerita yang dekat dengan realitas banyak anak dan remaja di Indonesia tentang tekanan sosial, rasa takut, dan perjuangan untuk bertahan.

Sebagai generasi muda yang aktif di dunia digital, Zahwa menyadari bahwa suara content creator memiliki pengaruh besar.

Keterlibatannya dalam film ini bukan sekadar soal akting, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral untuk ikut menyuarakan isu yang sering dianggap sepele.

Bullying itu nyata, dan dampaknya panjang. Kalau lewat film ini ada satu anak saja yang merasa tidak sendirian, menurutku itu sudah sangat berarti,” katanya.

Zahwa percaya bahwa seni, khususnya film, mampu menjadi jembatan empati.

Sayap Garuda tidak hanya berbicara tentang korban perundungan, tetapi juga tentang harapan bahwa setiap anak berhak tumbuh tanpa rasa takut, didengar, dan dihargai.

Dijadwalkan tayang pada 2026, film ini menjadi langkah penting dalam perjalanan Zahwa Malabar.

Dari seorang anak yang tumbuh bersama dunia hiburan, kini ia mengambil peran sebagai bagian dari karya yang membawa pesan sosial kuat.

Bagi Zahwa, Sayap Garuda adalah pengingat bahwa setiap mimpi membutuhkan keberanian, dan setiap anak berhak memiliki “sayap” untuk terbang tinggi—tanpa luka, tanpa tekanan, dan tanpa perundungan.

 

 

Source image: zahwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *