Nosel.id Jakarta- Dari balik rimbunnya pepohonan dan hawa sejuk di kaki Gunung Salak, Bogor, datanglah seorang perempuan dengan senyuman hangat dan segudang impian.
Yuni Octiani, begitulah namanya. Ia menggambarkan kampung halamannya dengan penuh cinta: “kampung disini sejuk ka, warga nya ramah.”
Lingkungannya yang terdiri dari keluarga besar yang berdekatan menciptakan rasa aman dan kedamaian.
Namun, ada satu kenangan kelam yang tertanam di benaknya, sebuah peristiwa yang terjadi tepat di usianya yang ke-12 tahun.
“Kecelakaan sukhoi di bawah kaki gunung salak itu terdengar sekali dentuman ledak nya, jadi gabisa terlupakan,” kenangnya.
Suara ledakan itu menjadi memoar kolektif yang membekas, mengingatkannya pada betapa dekatnya kehidupan dengan kerapuhan.

Di kota yang sama, Yuni menjalani kesehariannya dengan penuh semangat. Kesibukan utamanya adalah sebagai staff waitress di salah satu restoran di Bogor.
Namun, jiwa mudanya yang haus akan kreasi tidak hanya berhenti di sana. Di hari liburnya, ia dengan gesit beralih peran menjadi seorang content creator.
“Aku mengisi waktu liburku dengan mengerjakan second job ku sebagai content creator,” ujarnya.
Hobinya yang besar di dunia fashion menemukan salurannya saat ia mendapat endorsemen dari brand-brand outfit.
“Aku senang kalo di endrose dari brand outfit heheheh,” tuturnya dengan canda khas perempuan muda.
Seperti dua sisi mata uang, pekerjaannya sebagai waitress juga memiliki suka dan duka. Dukanya seringkali datang dari interaksi dengan tamu.
“Mungkin ketika ada tamu yang lagi badmood kita harus tetep bisa menyikapinya,” ceritanya.
Menghadapi tamu yang “rese” adalah tantangan harian yang membutuhkan kesabaran ekstra. Namun, semua itu terbayar oleh sukacita yang ia dapat.
“Suka nya banyak , ya aku bisa ketemu berbagai tamu seperti pak presiden datang ke resto aku dan artis-artis lain.”
Tidak hanya itu, teman-teman kerja yang baik menjadi keluarga kedua yang membuatnya betah.
Di balik semua aktivitasnya, Yuni menyimpan harapan yang tulus.
“Harapan aku semoga aku bisa sukses di dunia influencer ka,” impikannya.
Motivasi terbesarnya adalah ingin membahagiakan keluarga. Doanya sederhana namun dalam:
“Semoga aku & keluarga serta orang orang tersayang selalu di lindungi oleh Allah SWT & dilancarkan rezekinya.”

Filosofi hidup Yuni mungkin bisa menjadi inspirasi bagi banyak anak muda yang merasa perjuangannya tak terlihat. Dalam unggahannya, ia menulis:
“Meskipun ga keliatan keren, ga keliatan banyak pencapaiannya, gak bersinar seterang yang lainnya, setidaknya aku udah berusaha sekeras mungkin.”
Source image: yuni














