Nosel.id Jakarta- Di sebuah kabupaten di Kalimantan Selatan, lahirlah seorang perempuan yang tumbuh di tengah suasana hangat, lingkungan sederhana, masyarakat penuh respek, dan keluarga yang selalu ada ketika dibutuhkan.
Itulah rumah masa kecil Yola, tempat ia belajar bahwa hidup tidak harus mengikuti standar tinggi dari dunia luar.
Di tempat itu, ia bebas menjadi dirinya sendiri, tumbuh dengan nilai keikhlasan, kedekatan, dan syukur yang kuat.
Kini, perempuan yang pernah berlari di jalanan kecil kampungnya itu telah menjelma menjadi seorang ASN, Bhayangkari, dan ibu dari satu anak laki-laki.
Perannya berlapis, tanggung jawabnya besar, namun Yola selalu membawanya dengan hati penuh cinta.
Ia percaya bahwa seorang perempuan tetap bisa berkembang sekaligus menjaga keluarga dengan indah asal mau belajar menata waktu dan mengutamakan yang benar-benar penting.

Suka duka tentu tak terpisahkan dari profesi yang ia jalani. Namun Yola menemukan caranya sendiri untuk tetap waras dan bahagia.
“Kalau weekend, itu waktu sakral,” ujarnya sambil tersenyum. Setiap akhir pekan, ia memastikan hari-hari itu menjadi ruang istimewa untuk keluarga kecilnya.
Jalan-jalan sederhana sudah cukup membuat mereka kembali penuh energi. Baginya, kebahagiaan memang tidak harus megah—yang penting dilakukan bersama orang yang dicintai.
Dalam setiap langkah hidupnya, Yola menyimpan satu harapan sederhana namun berarti: semoga hal-hal baik selalu menghampiri, dan ia serta semua orang yang ia sayangi selalu diberi rasa syukur dan rasa cukup.
Karena apa yang terlihat kecil bagi satu orang, bisa jadi adalah sesuatu yang sangat diidamkan oleh orang lain.

Kepada siapa pun yang membaca kisahnya hari ini, Yola ingin menitipkan pengingat lembut, sebuah pesan yang lahir dari perjalanan hidupnya sendiri:
“Hidup penuh dengan rasa cukup adalah nikmat terbesar. Syukur itu lebih dari segalanya.”
Kalimat yang sederhana, tetapi justru mengandung kekuatan.
Sebuah pesan dari seorang perempuan Kalimantan Selatan yang memilih berjalan pelan, tetapi pasti dengan hati yang penuh.
Source image: yolasyai












