Westny DJ: Dari Dunia Artis Hingga Menemukan Makna Baru dalam Keluarga dan Kreativitas

Nosel.id Jakarta- Namaku Ni i Made Westny, lebih dikenal sebagai Westny DJ.

Aku berasal dari Bali, tepatnya Klungkung, sebuah tanah yang selalu terasa seperti rumah, tidak peduli sejauh apa langkahku pergi.

Masa kecilku justru dihabiskan berpindah-pindah negara, dari Jerman, Australia, sampai Korea Selatan.

Namun, di antara semua tempat itu, Bali selalu menjadi mimpi terbesarku tempat ideal untuk membesarkan anak dan membangun keluarga.

Itulah sebabnya setelah berumah tangga, aku memutuskan untuk meninggalkan kehidupan Jakarta dan kembali ke tanah kelahiran.

Kini, aktivitasku di dunia shooting memang jauh berkurang, terutama sejak kelahiran anak keduaku.

Sempat ingin kembali syuting, tapi kehamilan kedua membuat semuanya harus tertunda.

Meski begitu, perjalanan ini membawaku pada transisi penting: dari dunia keartisan ke dunia bisnis dan digital entrepreneurship.

Sebenarnya, sebelum terjun sebagai artis, aku memang sudah bercita-cita mengumpulkan modal untuk nantinya masuk ke industri bisnis.

Dan benar saja, setelah menikah pada 2019, mimpi itu mulai terwujud.

Di masa pandemi 2020, aku semakin mendalami peran sebagai KOL (influencer), mulai dari memproduksi konten sendiri, mengedit, sampai membangun gaya komunikasi yang authentic.

Mungkin karena passion di bidang acting dan directing tak pernah benar-benar hilang, konten menjadi ruang baru bagiku untuk tetap berkarya.

Ada banyak suka dalam fase hidupku saat ini.

Yang paling membahagiakan adalah aku bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga, khususnya anak-anak.

Aku ingin mereka tumbuh dekat denganku, bukan diasuh orang lain, bahkan sampai sekarang, aku tidak menggunakan jasa nanny.

Dunia digital memberiku fleksibilitas bekerja tanpa mengorbankan kebersamaan dengan keluarga.

Namun tentu ada duka. Kadang aku merasa sedih karena profesi influencer sering dianggap remeh atau disamakan rata-rata, seolah pekerjaan ini “easy money”.

Banyak yang tak melihat proses panjang, kreativitas, dan konsistensi yang harus dibangun.

Kesalahpahaman publik sering membuat influencer yang benar-benar serius seperti aku ikut terkena imbasnya.

Dari perjalanan ini, aku belajar satu hal besar:

Hidup akan lebih tenang ketika kita mengurangi ekspektasi, tidak cepat puas, dan memperbanyak rasa syukur.

Dengan begitu, kita menjalani semuanya lebih ikhlas, penuh passion, dan bisa menghargai setiap hal, baik yang kita dapat maupun yang harus kita lepaskan.

Keinginan terbesarku sederhana saja:
Semoga Tuhan menjaga kami tetap rendah hati, tetap “grounded”, dan siap menerima wadah rezeki yang bisa kami salurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Aku ingin setiap niat baik kami dapat memberi manfaat, meski kecil sekalipun.

Dan satu pesan yang selalu kupegang:

Jagalah toleransi. Kita hidup tidak sendirian, dan setiap manusia membawa cerita masing-masing.

Berdirilah di atas kaki sendiri agar kita kuat menyelesaikan masalah kita terlebih dahulu baru kemudian kita bisa benar-benar membantu orang lain.

Perjalananku mungkin tidak lurus, tetapi setiap belokannya membawaku pada versi diri yang lebih matang.

Seorang ibu, kreator, entrepreneur, dan perempuan Bali yang tetap berpegang pada nilai-nilai yang membawanya pulang.

 

 

Source image: Westny DJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *