Nosel.id Jakarta- Luwuk, sebuah kota tenang di Sulawesi Tengah, menjadi saksi pertama perjalanan hidup Viona Rampengan.
Di balik keindahan laut biru dan angin kampung yang lembut, ia tumbuh dalam keadaan yang tidak selalu hangat.
Masa kecilnya dilewati tanpa kehadiran keluarga yang utuh. Viona adalah anak broken home yang dibesarkan oleh Oma tercinta.
Namun dari ruang kecil itu, ia belajar dua hal penting: keteguhan hati dan arti berdiri di atas kaki sendiri.
Kini ketika dewasa, Viona bekerja di dunia pelayanan, berhadapan dengan banyak nasabah dengan karakter yang beragam.
Tidak mudah, namun ia menjalaninya dengan sikap yang selalu ramah dan tenang.
Baginya, tersenyum bukan sekadar kewajiban pekerjaan, tetapi pilihan untuk menghadirkan kenyamanan bagi setiap orang yang ditemuinya.
“Suka dukanya banyak,” tuturnya, “tapi kita harus tetap ramah karena berada di bagian pelayanan.”
Dari sana, kita melihat seorang perempuan yang menjadikan empati sebagai bahasa sehari-harinya.
Di balik kesibukan, Viona tetap memiliki ruang kecil untuk dirinya sendiri.
Ia menyukai pantai, mungkin karena di sana ia merasa bebas seperti angin kampung tempat ia dibesarkan.
Ia senang berbelanja, menikmati hal-hal sederhana yang membuat hari-harinya berwarna.
Viona tahu bagaimana merawat dirinya, sekaligus menjaga kewarasan di tengah rutinitas.
Harapannya pun sederhana namun penuh makna: kesehatan untuk semua, pekerjaan yang lancar, rezeki yang dipermudah, serta dikelilingi orang-orang baik.
Viona ingin menjadi berkat bagi sesama, menjadi seseorang yang kehadirannya membawa cahaya, meski masa kecilnya dulu minim pelukan.
Dan yang paling menyentuh, Viona percaya bahwa setiap orang, termasuk dirinya memiliki potensi yang luas.

“Kamu bisa menjadi segalanya, kamu bisa menjadi banyak hal yang dimiliki orang lain,” ucapnya.
Sebuah kalimat yang lahir dari pengalaman, bukan sekadar motivasi.
Viona Rampengan adalah bukti bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan. Ia tumbuh dari keterbatasan, namun memilih menjadi pribadi yang hangat.
Ia pernah merasa sendiri, namun kini ia justru berusaha menjadi cahaya bagi banyak orang.
Dari Luwuk ke tempat ia berdiri hari ini, langkahnya adalah inspirasi bagi siapa pun yang sedang belajar berdamai dengan hidup.
Source image: viona















