Vey Ruby Jane, Jangan Terlalu Sibuk Menghakimi Orang Lain!

Nosel.id Jakarta- Perjalanan hidup Vey Ruby Jane bukanlah kisah yang berjalan lurus tanpa luka.

Ia menghabiskan masa kecilnya di Bangka Belitung, sebuah wilayah yang dikenal dengan alamnya yang indah dan suasana yang tenang.

Namun di balik ketenangan itu, hidupnya berubah ketika kedua orang tuanya memutuskan untuk berpisah.

Di usia yang masih sangat muda, ia dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah, sebuah situasi yang memaksanya tumbuh lebih cepat dari anak-anak seusianya.

Memasuki masa remaja di Jawa Tengah, ia mengakui bahwa dirinya sempat kehilangan arah. Luka batin dan rasa kehilangan membuatnya memberontak.

Ia menyalahkan dunia, menyalahkan keadaan, dan mencoba mencari pelarian.

Namun, perpindahan hidup kembali membawanya ke fase baru saat ia melanjutkan masa remaja di Jawa Barat, tepatnya di kawasan dekat Cibubur.

Di sanalah ia mulai membangun kembali dirinya melalui pendidikan, bersekolah di SMK Farmasi Avicenna Cileungsi dengan mengambil jurusan farmasi.

Meski memiliki kemampuan akademik yang baik dan nilai yang tidak pernah buruk, Vey memilih jalan yang berbeda setelah lulus.

Ia sempat diterima untuk melanjutkan kuliah, namun hatinya berkata lain. Ia merasa belum siap dan memilih untuk mandiri, kembali ke Jakarta dan memulai hidupnya sendiri.

Keputusan itu bukan tanpa risiko, tetapi ia percaya bahwa hidup adalah tentang keberanian untuk melangkah.

Pekerjaan pertamanya datang dari sebuah perusahaan asal Tiongkok, di mana ia bekerja sebagai admin yang mengurus faktur dan perpajakan bidang yang jauh dari latar belakang farmasinya.

Namun, keterbatasan bukan alasan baginya untuk menyerah. Ia justru melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar.

Dengan tekad dan rasa ingin tahu yang besar, ia membuktikan bahwa kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh latar belakang semata, tetapi oleh kemauan untuk terus berkembang.

Perjalanan hidupnya kemudian membawanya masuk ke dunia yang sama sekali baru. Kesempatan endorse pertamanya datang dari komunitas vape, di mana ia dikenal sebagai vape tricker.

Dari sana, ia mulai mengenal dunia digital, membangun identitas, dan memperluas jaringan. Apa yang awalnya hanya kesempatan kecil, perlahan menjadi pintu menuju berbagai peluang lain.

Namun, bagi Vey, pencapaian terbesar bukanlah sekadar karier atau pengakuan, melainkan keberhasilannya untuk keluar dari lingkaran kehidupan yang toxic, baik dari hubungan, pertemanan, maupun lingkungan yang tidak sehat.

Vey belajar untuk memilih kedamaian. Ia belajar bahwa kebahagiaan dimulai dari keberanian untuk meninggalkan hal-hal yang tidak lagi baik bagi dirinya.

Kini, Vey Ruby Jane memegang prinsip hidup yang sederhana namun kuat:

jalani saja. “Just do it,” adalah keyakinannya. Ia percaya bahwa hidup akan menemukan keseimbangannya ketika seseorang mau berdamai dengan diri sendiri, menjaga hubungan baik dengan keluarga, bersyukur atas hal-hal kecil, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Baginya, kedamaian dan harmoni bukan sesuatu yang dicari di luar, tetapi sesuatu yang dibangun dari dalam.

Pesan Vey untuk siapa pun yang membaca kisahnya adalah tentang keberanian menjadi diri sendiri.

Jangan terlalu sibuk menghakimi orang lain. Semakin seseorang fokus pada dirinya sendiri, semakin ia akan menemukan kebahagiaan dan kebebasan.

Dunia, pada akhirnya, akan menyesuaikan dengan mereka yang berani berdiri teguh sebagai dirinya sendiri.

Kisah Vey Ruby Jane adalah potret nyata tentang jatuh, tersesat, dan bangkit kembali.

Bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan, dan luka tidak harus menjadi akhir dari segalanya.

Dengan keberanian, rasa syukur, dan keyakinan, seseorang selalu bisa menemukan jalannya menuju versi terbaik dari dirinya

 

 

Source image: vey

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *