Nosel.id Jakarta- Veriska, atau akrab disapa Vey, adalah sosok perempuan urban yang tumbuh di tengah dinamika ibu kota.
Ia lahir dan besar di Jakarta, meskipun kedua orang tuanya berasal dari Sumatera Barat.
Sejak kecil, Jakarta telah membentuk karakternya cepat, beragam, dan penuh tantangan.
Hidup di kota besar membuat Vey terbiasa beradaptasi dengan berbagai budaya dan ritme kehidupan yang dinamis, tanpa melupakan nilai-nilai keluarga yang hangat dan penuh cinta.
Dalam kesehariannya, Vey berkarier sebagai brand manager untuk beberapa brand, sebuah profesi yang menuntut kreativitas, ketelitian, dan kemampuan membaca tren.
Di luar pekerjaan utamanya, ia juga tengah merintis bisnis jasa titip (jastip) yang berawal dari hobi traveling.

Kecintaannya menjelajah berbagai tempat membuat banyak teman menitipkan barang kepadanya, hingga akhirnya hobi tersebut berkembang menjadi peluang usaha yang kini berjalan dengan lancar.
Baginya, ketika passion dijalani dengan konsisten, selalu ada jalan untuk bertumbuh.
Kecintaan Vey pada traveling bukanlah hal baru. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, keinginan untuk menjelajah sudah tumbuh dalam dirinya.
Bahkan, saat SMA dan baru memiliki KTP, ia nekat melakukan perjalanan backpacker mandiri ke Bali selama tiga hari.
Dari perjalanan itulah Vey menyadari bahwa traveling bukan sekadar soal kebebasan, tetapi tentang menemukan jati diri.
Sejak saat itu, ia selalu menyempatkan waktu untuk menjelajah, terutama destinasi alam.
Laut menjadi tempat favoritnya, memberikan ketenangan, energi positif, dan ruang untuk berdialog dengan diri sendiri di tengah bisingnya ibu kota.
Tentu, perjalanan tidak selalu mudah. Vey pernah mengalami momen menegangkan saat backpacking, termasuk kejadian ditodong preman dan kehabisan uang di kota orang.
Namun dari situ, ia justru belajar tentang makna kehidupan. Ia bertemu dengan orang-orang baik yang tanpa pamrih membantunya.
Pengalaman itu menanamkan keyakinan kuat dalam dirinya bahwa berbuat baik tidak pernah sia-sia, kebaikan akan selalu kembali, mungkin bukan hari ini, tetapi di waktu yang paling tepat.
Bagi Vey, traveling bukan sekadar kesenangan atau pelarian.
Traveling adalah cara untuk menikmati ciptaan Tuhan yang begitu sempurna, sekaligus sarana belajar menghargai kehidupan.
Dari setiap perjalanan, ia memahami bahwa hidup adalah proses panjang yang penuh jatuh bangun, dan setiap langkah selalu membawa pelajaran berharga.
Harapan dan doa Vey sederhana namun bermakna dalam: jadilah manusia yang bermanfaat.
Ia percaya hidup hanya sekali dan tidak seharusnya dijalani tanpa arah.
Menentukan tujuan, bergerak dengan sungguh-sungguh, menikmati proses, serta menjaga hubungan dengan sesama dan alam adalah bentuk kesuksesan yang sejati.
Baginya, kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang kemampuan untuk benar-benar merasakan arti hidup.

Sebagai pesan untuk para pembaca di seluruh Indonesia, Vey menitipkan satu nilai yang selalu ia pegang:
Jangan pernah berhenti berbuat baik. Karena dari kebaikan, pintu rezeki, kesehatan, dan berbagai kemungkinan akan terbuka.
Setiap orang bisa menjadi versi terbaik dari dirinya, asalkan mau berusaha dan menikmati prosesnya.
Seperti perjalanan menuju tempat indah, selalu panjang dan penuh perjuangan, namun itulah yang membuatnya bermakna.
Source image: vey














