Nosel.id Jakarta- Bogor selalu punya tempat istimewa di hati Vanya Realita Permana.
Kota yang sejuk dan sarat kenangan itu menjadi saksi masa kecilnya yang tumbuh dalam pelukan keluarga penuh cinta.
Sebagai anak tengah dengan satu kakak laki-laki dan satu adik perempuan, Vanya merasakan masa kecil yang lengkap, ramai oleh tawa, dan kaya akan kebersamaan.
Sosok papah dan mamah memegang peranan besar dalam membentuk dirinya hari ini.
Dengan kasih sayang, kesabaran, dan nilai-nilai kehidupan yang kuat, keduanya mengajarkan arti keikhlasan dan cinta tanpa syarat.
Bagi Vanya, rumah bukan sekadar tempat untuk pulang, melainkan ruang aman di mana hati selalu merasa diterima dan dicintai sepenuh hati.
Kini, Vanya menjalani peran ganda yang ia syukuri. Di satu sisi, ia berkarier sebagai pekerja kantoran di Jakarta Barat, tepatnya di salah satu anak perusahaan Gas Negara.
Di sisi lain, ia juga mengembangkan bisnis di bidang kecantikan melalui BICS STORE, sebuah toko skincare yang berlokasi di Magelang.

Kesibukan tersebut tidak membuatnya berhenti menikmati hidup.
Vanya justru gemar mengeksplor hal-hal baru, mulai dari traveling, jalan-jalan, hingga menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dan sahabat terdekat.
Bagi Vanya, traveling bukan sekadar berpindah tempat.
Setiap perjalanan adalah cara untuk mengisi ulang energi, memperluas sudut pandang, dan mensyukuri keindahan ciptaan Tuhan.
Dari setiap langkah dan destinasi, selalu ada pelajaran, cerita, dan rasa syukur yang tumbuh perlahan namun bermakna.
Menjalani karier dan bisnis tentu membawa suka dan duka.
Kesempatan untuk terus belajar, bertemu banyak orang, dan berkembang di berbagai bidang menjadi hal yang paling ia syukuri.
Namun di balik itu, ada lelah yang harus diterima, waktu yang perlu diatur dengan bijak, serta tanggung jawab besar yang menuntut konsistensi.
Dari pengalaman itulah Vanya menemukan kunci hidup yang tetap enjoyable: mengenal batas diri, menghargai proses, dan tidak melupakan waktu untuk diri sendiri.
Sesibuk apa pun, kebahagiaan tetap harus dirawat, entah lewat perjalanan singkat, quality time bersama orang tersayang, atau menikmati momen sederhana bersama keluarga.
Di balik kesibukan dan langkah yang terus ia jalani, Vanya juga menyimpan harapan yang tulus dan mendalam.
Ia percaya bahwa setiap fase hidup memiliki waktunya sendiri. Dengan doa dan usaha, ia memohon kepada Tuhan agar kelak, di waktu terbaik menurut-Nya, ia dan sang suami dipercaya menerima amanah terindah: kehadiran buah hati yang sehat, tumbuh dalam iman, kasih sayang, dan kebahagiaan.
Kehadiran yang kelak menjadi pelengkap cinta, penyejuk hati, dan sumber syukur yang baru dalam kehidupan mereka.
Harapan Vanya pun sederhana namun bermakna. Untuk keluarga, ia berharap kesehatan, keharmonisan, dan cinta yang terus bertumbuh.
Untuk karier dan bisnis, kelancaran, keberkahan, serta kesempatan untuk memberi manfaat bagi lebih banyak orang.
Untuk ekonomi, kecukupan dan kestabilan yang disertai rasa syukur. Dan untuk kesehatan, tubuh yang kuat serta hati yang tenang bagi dirinya dan semua yang ia cintai.
Sebagai penutup, Vanya menyampaikan pesan bagi siapa pun yang membaca kisahnya:

Hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang paling tulus menikmati proses. Jangan takut mencoba hal baru, jangan lelah bermimpi, dan jangan lupa bersyukur di setiap langkah.
“Jalani hidup dengan hati yang hangat, pikiran yang terbuka, dan keberanian untuk terus melangkah. Bahagia itu diciptakan, bukan ditunggu.”
Source image: Vanya Realita Permana












