Nosel.id Jakarta- Bagi Ulfa Nur Sofia, hidup adalah tentang menjalani setiap peran dengan penuh rasa syukur dan ketulusan.
Di balik kesibukannya sebagai tenaga kesehatan sekaligus pebisnis, tersimpan sosok perempuan yang percaya bahwa keluarga, kesehatan, dan ilmu pengetahuan adalah rezeki paling berharga dalam kehidupan.
Ulfa merupakan perempuan asli Kota Bandung, Jawa Barat. Kota yang dikenal dengan kesejukan udara, keramahan masyarakat, serta keindahan alamnya itu memiliki tempat istimewa di dalam hatinya.
Bandung bukan sekadar kota kelahiran, melainkan ruang yang menyimpan begitu banyak kenangan tentang keluarga, persahabatan, dan perjalanan hidup yang membentuk dirinya hingga saat ini.
“Bandung adalah tempat saya dilahirkan dan suatu saat nanti menjadi tempat untuk kembali pulang.
Banyak kehangatan di sana, penuh cinta, kenangan, dan cerita yang tidak akan pernah terlupakan bersama keluarga maupun sahabat,” tuturnya.
Lingkungan yang penuh kasih sayang dan kebersamaan tersebut menjadi fondasi yang membentuk karakter Ulfa sebagai pribadi yang kuat, pekerja keras, dan selalu menghargai setiap momen kehidupan.
Dalam perjalanan kariernya, Ulfa memilih dunia kesehatan sebagai ladang pengabdian. Sebagai tenaga kesehatan, ia memahami bahwa profesinya bukan hanya pekerjaan, melainkan amanah untuk membantu dan melayani sesama.
Di sisi lain, ia juga aktif mengembangkan usaha yang menjadi bagian dari perjalanan dan pengembangan dirinya.
Kesibukan sehari-hari membuat waktunya terbagi antara pekerjaan, bisnis, dan keluarga. Namun di tengah padatnya aktivitas, Ulfa selalu berusaha meluangkan waktu untuk orang-orang tercinta.
Ketika tidak bekerja, ia lebih memilih menikmati kebersamaan bersama keluarga, melakukan perjalanan, atau berburu kuliner yang menjadi salah satu hobinya.
Baginya, traveling bukan sekadar berwisata, tetapi cara untuk menyegarkan pikiran, membuka wawasan, dan menciptakan kenangan baru bersama orang-orang yang dicintai.
Sebagai tenaga kesehatan, Ulfa merasakan secara langsung tantangan profesi yang tidak mengenal waktu.
Ketika sebagian besar orang menikmati waktu istirahat, ia justru harus bersiap menjalankan tugas.

Saat banyak keluarga berkumpul merayakan hari besar, tenaga kesehatan tetap hadir memberikan pelayanan bagi masyarakat.
“Disaat orang lain tertidur, kami terbangun. Sebaliknya, ketika orang lain memulai aktivitasnya, terkadang kami baru bisa beristirahat.
Saat momen-momen seperti Lebaran atau Tahun Baru, ketika banyak orang berkumpul dengan keluarga, kami tetap harus berjaga,” ungkapnya.
Meski demikian, Ulfa tidak pernah memandang hal tersebut sebagai beban. Ia memahami bahwa setiap profesi memiliki konsekuensinya masing-masing. Baginya, kesempatan untuk membantu orang lain adalah kehormatan yang patut disyukuri.
Selain berkarier di dunia kesehatan, ia juga menjalankan bisnis yang memberinya banyak pelajaran tentang ketekunan, manajemen waktu, dan pentingnya terus belajar.
Menjalani dua dunia sekaligus membuatnya semakin memahami bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi.
Dalam menjalani hidup, Ulfa memiliki prinsip yang selalu dipegang teguh. Ia percaya bahwa setiap rezeki telah diatur oleh Tuhan dan tidak akan pernah tertukar.
“Percaya bahwa semua rezeki itu sudah tertakar dan tidak akan pernah tertukar,” ujarnya.
Karena itu, ia memilih untuk fokus memperbaiki diri dan terus menambah ilmu daripada sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Menurutnya, selama masih muda, seseorang harus terus belajar tanpa merasa sudah cukup.
“Jangan pernah merasa cukup akan ilmu. Kita harus selalu merasa masih kurang agar wawasan dan pengetahuan terus berkembang,” katanya.
Bagi Ulfa, belajar bukan hanya soal pendidikan formal, tetapi juga tentang belajar dari pengalaman hidup, pekerjaan, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Semakin banyak belajar, semakin luas pula cara pandang seseorang dalam menghadapi kehidupan.
Di atas segala pencapaian dan kesibukan yang dijalani, keluarga tetap menjadi prioritas utama dalam hidupnya. Ia menyadari bahwa kesehatan dan keluarga adalah anugerah yang tidak dapat digantikan oleh apa pun.
Sebagai seorang perempuan yang menjalani banyak peran sekaligus, Ulfa memahami bahwa menjadi ibu adalah tanggung jawab yang tidak mengenal jeda. Dari pengalaman itulah lahir pesan sederhana namun begitu menyentuh hati.
“Kerja shift-mu mungkin bisa berakhir, tapi peranmu sebagai ibu tidak pernah berakhir.
Dan ketika kamu mampu menjalani keduanya dengan hati, itu saja sudah membuatmu menjadi perempuan yang hebat.”

Kalimat tersebut menjadi gambaran nyata perjalanan hidup Ulfa Nur Sofia. Sosok perempuan yang tetap berdiri teguh di tengah berbagai tuntutan peran, mengabdi sebagai tenaga kesehatan, membangun usaha, menjaga keluarga, dan terus belajar menjadi versi terbaik dari dirinya.
Melalui dedikasi, kerja keras, dan rasa syukur yang selalu ia pegang, Ulfa membuktikan bahwa kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian karier, tetapi juga tentang kemampuan menjalani setiap amanah kehidupan dengan penuh cinta dan ketulusan.
Source image: Ulfa Nur Sofia






