Nosel.id Jakarta- Di tengah dinamika sosial Kota Palembang yang semakin kosmopolitan, Tyara Karamoy hadir sebagai representasi sosialita muda dengan gaya hidup aktif, terkurasi, dan berlapis makna.
Ia tidak memposisikan dirinya sekadar sebagai figur publik di media sosial, melainkan sebagai perempuan yang memahami pentingnya ritme hidup, kapan harus bergerak cepat, dan kapan perlu berhenti sejenak untuk menata diri.
Sebagai selebgram, mahasiswa tingkat akhir, sekaligus mitra berbagai brand nasional dan lokal Sumatera Selatan, Tyara menjalani hari-hari yang padat.
Namun kepadatan itu tidak ia biarkan berjalan tanpa arah.
Olahraga menjadi poros kesehariannya, bukan hanya sebagai bentuk perawatan tubuh, tetapi sebagai disiplin mental dan gaya hidup sosialita modern.
Dalam daftar aktivitasnya, nama-nama olahraga yang ia jalani mencerminkan selera dan karakter.
Padel, misalnya, menjadi ruang sosial sekaligus olahraga kompetitif yang ia nikmati.

Permainan cepat ini memberinya interaksi, strategi, dan energi.
Sebuah perpaduan yang selaras dengan kehidupan sosialita yang dinamis dan berjejaring.
Sementara itu, lari menjadi momen paling personal. Aktivitas ini ia lakukan untuk menyederhanakan pikiran, mengurai beban mental, dan kembali pada ritme napas.
Berlari bukan tentang jarak atau kecepatan, melainkan tentang konsistensi dan dialog sunyi dengan diri sendiri.
Berbeda lagi dengan yoga, yang ia pilih sebagai penyeimbang.
Dalam gerak yang perlahan dan terukur, Tyara melatih kesadaran tubuh dan kejernihan batin.
Yoga membantunya tetap hadir, mengelola stres, dan menjaga fleksibilitas baik secara fisik maupun emosional.
Bagi Tyara, ketenangan adalah bentuk kemewahan yang sesungguhnya.
Di antara seluruh aktivitas itu, berkuda menempati ruang istimewa.
Sejak 2018, Tyara telah mengenal olahraga ini, dan kini ia berencana menekuninya dengan lebih serius.
Di 3D Stable, Talang Kepuh, Palembang, ia berlatih bersama kuda-kuda yang telah menjadi bagian dari rutinitasnya, seperti Jordan dan Audy.
Berkuda mengajarkan postur, keseimbangan, serta kepekaan. Sebuah latihan yang menuntut ketegasan sekaligus kelembutan.
Selain olahraga yang menenangkan dan sosial, Tyara juga memberi ruang bagi aktivitas yang melatih fokus dan kontrol diri, salah satunya menembak.
Ia kini rutin berlatih di Lapangan Tembak Sriwijaya, Ilir Barat I. Dunia ini ia kenal sejak dua tahun lalu, namun baru belakangan ia tekuni kembali dengan kesadaran yang lebih matang.
Menembak, menurut Tyara, adalah latihan karakter. Setiap bidikan membutuhkan konsentrasi penuh, ketenangan, dan disiplin. Tidak ada ruang untuk pikiran yang bercabang.
Sensasinya, kata Tyara, serupa dengan golf, tenang di luar, namun menuntut kerja mental yang intens.

Sebagai perempuan, Tyara tidak melihat adanya batasan dalam memilih aktivitas.
Ia meyakini bahwa perempuan dengan rasa ingin tahu dan keberanian berhak mencoba apa pun yang memberi nilai pada dirinya.
Dalam pandangannya, olahraga apapun bentuknya adalah cara untuk membangun kepercayaan diri dan kemandirian.
Di luar aktivitas fisik, kehidupan sosialita Tiara berjalan dalam ruang-ruang kreatif dan profesional.
Ia terlibat dalam berbagai kampanye brand, proyek kreatif, pemotretan, hingga produksi konten yang membawanya berpindah antara Palembang dan Jakarta.
Namun di balik semua itu, ia tetap menjaga komitmen akademiknya sebagai mahasiswa semester akhir.
Soal kecantikan, Tyara memilih sudut pandang yang lebih reflektif. Penampilan baginya adalah hasil dari disiplin, perawatan, dan gaya hidup sehat.
Namun esensi elegansi, menurutnya, terletak pada sikap hati yang bersih, pikiran yang jernih, serta kemampuan menghargai diri sendiri dan orang lain.
Memasuki tahun 2026, resolusi Tyara terangkai sederhana namun bermakna: kesehatan yang terjaga, rezeki yang lancar, lingkungan yang positif, serta kelancaran studi dan karier kreatifnya.

Ia percaya bahwa hidup yang baik bukan soal seberapa banyak yang ditampilkan, melainkan seberapa selaras nilai dan tindakan yang dijalani.
Tyara Karamoy pun tampil sebagai potret sosialita generasi baru.
Perempuan yang memadukan akses, selera, dan disiplin diri. Anggun dalam gerak, tenang dalam sikap, dan sadar akan arah hidup yang ia pilih.
Source image: tyara













