Dalam dunia virtual metaverse menyediakan ruang tanpa batas untuk berinovasi dan sangat memberikan ruang inovasi atau imajinasi. Untuk peluang ini, The Mall, sebuah mal virtual yang memiliki 100 lantai dengan luas 9,2 juta meter persegi akan segera diluncurkan.
The Mall merupakan proyek dari perusahaan Metaverse milik Alan Smithson dan rencananya akan dirilis akhir tahun ini. Proyek ini bahkan telah dikerjakan selama tujuh tahun. Seperti dikutip dari Venteru Beat, dalam wawancara dengan GamesBeat, Alan berharap mal virtual ini segera dirilis kepada konsumen pada kuartal keempat tahun 2022.
Mal ini nantinya bisa diakses di web tanpa perlu mengunduh aplikasi atau platform perangkat lunak khusus. Untuk mewujudkan proyek ambisius ini, Alan telah bekerja dengan rekannya Julie Smithson. Keduanya kemudian mendirikan perusahaan di tahun 2016.
Bersama beberapa rekannya, Alan dan Julie mengembangkan proyek untuk membuka mal di website pada tahun 2020. Program ini terus dikembangkan dan akhirnya bisa dihasilkan program dengan grafis yang lebih baik. “Tujuan kami adalah menjadi destinasi ritel dan hiburan nomor 1 di metaverse. Karena ini sudah mulai familiar, kami juga dapat menarik konsumen yang belum akrab dengan crypto” kata Alan.

The Mall menargetkan audiens sebanyak mungkin, di mana setiap orang dapat mengakses mal virtual ini dengan smartphone lawas yang belum memiliki spesifikasi tinggi. Nantinya mal ini tak hanya akan menjual barang-barang digital namun juga barang fisik yang dapat dikirim. MetaVRse berhasil mengembangkan mal virtual dengan grafik yang terlihat lebih realistis, sehingga bisa menampilkan toko dan produk yang dijual dengan jelas.
“Ketika dibangun sepenuhnya, The Mall akan memiliki luas kira-kira 9,2 juta meter persegi. Sedangkan mal terbesar di dunia yakni Mall of Dubai, memiliki luas 1,1 juta meter persegi,” tambah Alan.
Jadi The Mall kira-kira delapan kali lebih besar.” Perusahaan akan menjual sekitar 70 persen dari 100 lantai sebagai aset digital (NFT). Para pengembang bisa memodifikasi lantai yang mereka beli sesuai kebutuhan. Sementara 30 persen lantai, akan dijual kepada investor, di mana mereka dapat menjual kembali kepada pembeli yang berminat.
Para publik figur dunia memang berlomba-lomba untuk mengambil momentum ini dan keuntungan besar, dengan modal capital yang besar pula. Selain The Mall nya Alan Smitson, ada pula Rihanna yang juga mulai berekspansi dengan varian produk kosmetik di dunia metaverse atau klub besar dari Barcelona yang tak ketinggalan merambah dunia ini, dengan akselerasinya tentu saja agar bisa lekas bermain dan mengambil peran di dunia ini.














