Nosel.id Jakarta- Tantri Laurensia tumbuh di sebuah kampung kecil bernama Pemangkat, tempat di mana hidup berjalan pelan, alam masih hijau, dan setiap orang diperlakukan seperti keluarga.
Masa kecilnya dibentuk oleh lingkungan yang hangat, tempat orang-orang saling membantu tanpa diminta, dan pepohonan menjadi saksi perjalanan hidup yang sederhana namun penuh nilai.
Kini Tantri menetap di Pontianak, mengikuti keluarga besar dari pihak ibunya. Perpindahan itu menjadi titik awal perubahan besar dalam hidupnya.
Dari kehidupan kampung yang damai menuju dinamika kota yang lebih cepat, Tantri belajar beradaptasi sekaligus menjaga akar yang membentuknya.
Perjalanan karier Tantri tidak berhenti hanya pada dunia modeling.
Ia saat ini adalah seorang model profesional, Amway business owner juga pemilik manajemen modeling.
Dari panggung catwalk hingga dunia bisnis, Tantri membangun jalannya sendiri.
Ia percaya bahwa peluang tidak datang begitu saja, peluang diciptakan, dijemput, dan dikelola dengan keberanian.
Bagi Tantri, modeling bukan sekadar profesi, ini adalah jalan untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.
Sukanya, ia bisa terus berkembang, menemukan versi dirinya yang lebih percaya diri, dan menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya.

Dunia modeling mengajarkannya bagaimana tampil berani di depan publik, mengatur emosi, serta memahami nilai diri.
Namun, duka juga selalu ada. Tantri pernah berada di titik di mana tidak semua orang menyukainya.
Dunia digital, terlebih media sosial kadang menjadi tempat orang menghakimi tanpa tahu perjalanan seseorang.
Tapi dari situlah Tantri belajar:
bahwa sorotan bukan untuk ditakuti, tapi untuk ditempa menjadi lebih dewasa.
Tantri mengakui bahwa semua langkah besarnya dimulai dari satu hal penting: mencintai diri sendiri.
Baginya, sebelum melakukan apa pun, seseorang harus mampu berdamai dengan dirinya, menghargai prosesnya, dan memberikan ruang untuk tumbuh.
Ia berharap bisa terus menjadi pribadi yang lebih baik, stabil, terarah, dan membawa dampak positif bagi orang-orang yang mengenalnya.

Di balik senyum seorang model dan ketegasan seorang pebisnis, Tantri membawa satu pesan yang menjadi mantra hidupnya:
“Be proud of yourself for how hard you are trying every day, and upgrade your life in silence.”
Narasi hidupnya menjadi pengingat bahwa asal-usul tidak pernah membatasi masa depan.
Dari kampung kecil yang asri, Tantri melangkah jauh, namun tetap menjaga hatinya tetap sederhana, hangat, dan penuh syukur.
Source image: tantri














