Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Bandung, Tami Aristianty tumbuh di lingkungan kota yang dikenal sejuk, ramah, dan penuh kehangatan.
Budaya someah yang melekat pada warganya membuat Bandung terasa nyaman untuk ditinggali.
Sebagai kota besar dengan fasilitas yang lengkap, Bandung bukan hanya tempat pulang, tetapi juga ruang tumbuh yang membentuk karakter Tami hingga hari ini.
Dalam kesehariannya, Tami mengabdikan diri sebagai ASN dan Bidan di Puskesmas.
Profesi yang dijalaninya bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati untuk hadir bagi kesehatan masyarakat.
Di tengah tanggung jawab sebagai tenaga kesehatan, Tami juga terus berupaya menjaga keseimbangan hidup melalui olahraga.
Sebuah komitmen yang ia bangun perlahan selama beberapa tahun terakhir.

Menariknya, lari bukanlah olahraga pertama yang ia cintai. Justru sebaliknya, dulu lari adalah olahraga yang paling ia hindari.
Perjalanannya dimulai dari mencoba berbagai aktivitas fisik seperti yoga aerial, TRX, muay thai, hingga gym. Hingga akhirnya, lari menjadi pilihan utama.
Alasannya sederhana namun bermakna: lebih fleksibel, tidak perlu jadwal kelas, dan bisa dilakukan kapan saja di sela kesibukan.
Kini, lari bukan hanya soal kebugaran fisik, tetapi juga ruang refleksi.
Saat berlari, Tami menikmati setiap detail suara langkah kaki, ritme napas, hingga detak jantung saat tubuh mulai lelah.
Ia jarang berlari sambil mendengarkan musik, karena justru keheningan dan kesadaran penuh itulah yang memberinya ketenangan.
Long run biasanya ia lakukan seminggu sekali, sementara latihan rutin bisa hampir setiap hari, menyesuaikan dengan padatnya aktivitas.
Semua itu dijalani di tengah perannya sebagai ibu bekerja tanpa ART, yang menuntut manajemen waktu, tenaga, dan emosi yang tidak mudah.
Namun bagi Tami, olahraga justru menjadi sumber energi, bukan beban tambahan. Lari membantunya tetap kuat, baik secara fisik maupun mental.
Harapannya sederhana namun dalam: mampu terus menyeimbangkan peran sebagai ibu rumah tangga, wanita karier, dan tetap konsisten berolahraga demi kesehatan jasmani dan ketenangan batin.
Karena baginya, kesehatan bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari pilihan yang dibuat setiap hari.

Sebagai pesan hidup, Tami Aristianty merangkumnya dengan kalimat yang jujur dan membumi:
“Sehat itu pilihan, bahagia itu kita yang ciptakan.”
Sebuah pengingat bahwa di tengah kesibukan dan tanggung jawab, setiap orang tetap memiliki kendali untuk memilih hidup yang lebih sehat dan lebih bermakna.
Source image: tami














