Suciaty Kasim: Menjaga Kesehatan, Menumbuhkan Mental Positif, dan Berani Menikmati Setiap Proses Kehidupan

Nosel.id Jakarta- Bagi Suciaty Kasim, Makassar bukan sekadar kota kelahiran. Kota yang terletak di pesisir Sulawesi Selatan itu menyimpan begitu banyak kenangan indah yang membentuk dirinya hingga hari ini.

Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang hangat, penuh cinta, dan selalu dipenuhi rasa syukur. Kehangatan keluarga menjadi fondasi kuat yang menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupannya, sekaligus menjadi sumber semangat dalam setiap langkah yang ia ambil.

Saat ini, Suciaty mengabdikan dirinya sebagai bagian dari Kementerian Ketenagakerjaan. Di tengah kesibukan sebagai aparatur negara, ia juga aktif mengembangkan usaha kuliner yang dijalankannya dengan penuh semangat.

Baginya, bekerja bukan hanya tentang mencari penghasilan, tetapi juga tentang memberikan manfaat dan terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Di luar aktivitas profesionalnya, Suciaty memiliki kecintaan besar terhadap olahraga, khususnya lari.

Menariknya, hobi tersebut berawal dari sebuah pengalaman hidup yang membuatnya sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.

Dari kebutuhan untuk hidup lebih sehat, olahraga kemudian berubah menjadi gaya hidup yang memberinya banyak manfaat, baik secara fisik maupun mental.

Lari menjadi investasi terbaik untuk masa tua saya,” ungkapnya.

Bukan tanpa alasan. Menurut Suciaty, manfaat terbesar dari olahraga lari bukan hanya tubuh yang lebih bugar, tetapi juga kesehatan mental yang semakin terjaga.

Setiap langkah yang ia tempuh saat berlari seolah menjadi ruang untuk menenangkan pikiran, mengelola emosi, dan membangun energi positif dalam diri. Lari mengajarkannya tentang ketekunan, kesabaran, dan konsistensi.

Meski demikian, perjalanan sebagai seorang pelari tentu tidak selalu mudah. Tantangan terberat justru hadir saat masa-masa latihan menuju ajang marathon.

Disiplin waktu, menjaga kondisi tubuh, hingga melawan rasa lelah menjadi bagian yang harus dijalani. Namun, semua itu terbayar ketika ia berhasil mencapai garis finis dan melihat perkembangan dirinya dari waktu ke waktu.

Kecintaannya terhadap dunia lari telah membawanya mengikuti berbagai event bergengsi di Indonesia, seperti Maybank Marathon, Borobudur Marathon, Makassar Half Marathon, dan berbagai ajang lari lainnya.

Tidak berhenti sampai di situ, kini ia juga aktif menjalani latihan gym untuk membangun massa otot dan menjaga kebugaran tubuh secara menyeluruh.

Bagi Suciaty, kesehatan bukan sekadar soal fisik, melainkan tentang menjaga keseimbangan hidup secara utuh.

Ia percaya bahwa tubuh yang sehat akan mendukung pikiran yang positif, sementara pikiran yang positif akan membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan lebih baik.

Ke depan, perempuan inspiratif ini memiliki harapan sederhana namun bermakna. Ia ingin selalu menjadi pribadi yang sehat secara mental, berpikir positif, terus berbuat baik kepada sesama, serta mendapatkan kemudahan dalam setiap langkah kehidupan.

Di atas segalanya, ia berharap selalu diberikan rezeki yang penuh keberkahan.

Melalui perjalanan hidupnya, Suciaty juga membagikan pesan yang sangat relevan bagi siapa saja yang sedang berjuang meraih impian.

Jika kesulitan membuat kamu berhenti, maka semuanya akan sia-sia. Jangan takut berproses dan jangan takut ketinggalan kereta.

Karena cepat atau lambat, keretanya pasti akan sampai di tujuan yang tepat.”

Sebuah pesan yang sederhana, namun mengandung makna mendalam. Bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing.

Tidak perlu terburu-buru membandingkan diri dengan orang lain. Yang terpenting adalah tetap melangkah, terus bertumbuh, dan percaya bahwa setiap proses akan membawa kita menuju tempat terbaik yang telah disiapkan oleh Tuhan.

Dan seperti marathon yang ia cintai, kehidupan pun bukan tentang siapa yang paling cepat mencapai garis akhir, melainkan siapa yang mampu bertahan, menikmati perjalanan, dan terus melangkah hingga tujuan tercapai.

 

 

Source image: Suciaty Kasim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *