Nosel.id Jakarta- Siska Linggajaya lahir dan besar di Bandung, kota yang menyimpan banyak kenangan masa kecil yang membentuk karakternya hingga hari ini. Sejak kecil, Siska bukan anak yang gemar bermain boneka.
Ia justru lebih menikmati dunia yang identik dengan kebebasan dan tantangan, bermain mobil-mobilan, memanjat pohon mangga, hingga bersepeda BMX dan melompat-lompat di trotoar.
Ia tumbuh bersama permainan khas anak-anak di lingkungannya: kelereng, layangan, hingga boy-boyan.
Di antara pilihan bermain yang ada, sepeda selalu menjadi favoritnya.
Dari sanalah jiwa petualang, keberanian, dan ketangguhannya mulai terbentuk.
Nilai keberanian dan kemandirian itu terbawa hingga ke dunia profesional.
Siska melanjutkan warisan keluarga dengan mengelola Walls Agency, usaha yang berdiri sejak tahun 1993.
Sang ibu adalah agen es krim Walls pertama di Bandung, sebuah tonggak penting yang kemudian menjadi fondasi perjalanan Siska.
Setelah sang ibu berpulang 13 tahun lalu, Siska mengambil alih dan meneruskan usaha tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Pada tahun 2019, ia sempat membuka Sweetale Café yang didukung oleh Walls.

Namun pandemi mengubah banyak hal, dan ia memilih menutupnya secara permanen.
Meski begitu, Siska tidak menutup pintu kemungkinan, siapa tahu suatu hari nanti, usaha tersebut hadir kembali sebagai ruang hobi dan ekspresi.
Di tahun ini, Siska kembali melangkah maju dengan melakukan rebranding dan mendirikan Gemini Agency.
Sebelumnya usaha tersebut telah ada dengan nama lain, namun ia ingin memperluas cakupan bisnisnya.
Gemini Agency kini bergerak lebih luas, menyediakan berbagai talent dan jasa mulai dari SPG, model iklan, model make up untuk semua usia, marketing SPG, hingga talent TikTok.
Baginya, kepuasan klien adalah sumber kebahagiaan terbesar. Namun, ia juga menyadari bahwa kesalahan dan komplain adalah bagian dari proses.
Setiap kritik dijadikannya pelajaran, karena dari situlah kualitas dan profesionalisme dibangun.
Di tengah kesibukan, Siska sangat sadar pentingnya keseimbangan hidup.
Ia tetap meluangkan waktu untuk berolahraga padel, membangun relasi, dan yang terpenting, hadir sepenuhnya untuk orang-orang tercinta.
Ia membagi waktunya dengan tegas: kapan bekerja, kapan bersama pasangan, kapan untuk anak-anak, dan kapan untuk dirinya sendiri.
Baginya, kesuksesan sejati bukan hanya tentang pencapaian, tetapi juga tentang hidup yang utuh dan seimbang.
Harapan Siska sederhana namun penuh kekuatan. Ia percaya bahwa tahun 2026 akan membawa hal-hal yang lebih baik lebih banyak semangat, lebih banyak keberanian untuk terus mengusahakan mimpi, dan keteguhan untuk tidak menyerah hanya karena batu kecil di depan mata.
Ia meyakini bahwa rintangan sebesar apa pun tidak pernah lebih besar dari Tuhan yang ia percayai.
Sebagai penutup, Siska meninggalkan pesan yang kuat untuk para pembaca di seluruh Indonesia:

“Look like a girl, act like a lady, think like a man, work like a boss.”
Namun sebelum semua itu, ada satu hal yang paling penting: Love yourself first.
Karena pada akhirnya, kitalah yang bertanggung jawab membawa diri kita sampai ke tempat yang kita impikan.
Kisah Siska Linggajaya adalah tentang keberanian menjadi diri sendiri, keteguhan dalam melanjutkan warisan, dan kekuatan untuk terus melangkah apa pun tantangannya.
Source image: siska














