Sintya Sidharta: Menjaga Keseimbangan Hidup, Keluarga, dan Makna Kebahagiaan

Nosel.id Jakarta- Berangkat dari kota kecil yang penuh kenangan, Sintya Sidharta tumbuh dengan nilai kebersamaan yang kuat.

Ia berasal dari Negara, Jembrana, tepatnya di Kelurahan Banjar Tengah sebuah kelurahan kecil di pusat kota yang menyimpan begitu banyak memori masa kecilnya.

Di sanalah Sintya dibesarkan dalam kehangatan keluarga, dikelilingi saudara dan teman-teman, serta suasana lingkungan yang sederhana namun membekas hingga kini.

Sejak usia sekolah, Sintya sudah terbiasa hidup aktif. Olahraga bukanlah hal baru baginya. Saat SMP, ia gemar bermain basket dan terus menjaga gaya hidup aktif hingga dewasa.

Ketertarikannya pada dunia olahraga berkembang seiring waktu, hingga akhirnya kini ia fokus pada gym, pilates, dan aktivitas lari.

Bukan tanpa alasan baginya, olahraga yang fleksibel seperti pilates dan gym memungkinkan ia tetap konsisten menjaga kesehatan sekaligus menyesuaikan waktu dengan perannya sebagai ibu dan pengelola rumah tangga.

Saat ini, di sela perannya mengurus keluarga dan anak, Sintya juga aktif bekerja sebagai coach pilates serta terlibat dalam berbagai aktivitas olahraga, termasuk berlari bersama komunitas pelari lokal Jembrana.

Dunia olahraga bukan hanya tentang kebugaran fisik, tetapi juga ruang berbagi energi positif, bertemu orang-orang baru, saling bertukar pengalaman, serta berbagi ilmu yang bermanfaat bagi sesama.

Tak berhenti di sana, semangat mandiri juga tercermin dari langkah Sintya di dunia bisnis. Ia menjalankan usaha online yang menjual piyama serta produk persambalan.

Bagi Sintya, bisnis adalah bagian dari upaya terus bergerak, berkarya, dan berkontribusi, tanpa harus mengesampingkan peran utamanya dalam keluarga.

Menjalani banyak peran tentu tidak selalu mudah. Sintya menyadari betul bahwa suka dan duka pasti hadir.

Tantangan terbesarnya adalah waktu yang terbatas, sehingga segala aktivitas harus terorganisir dengan baik agar semua berjalan seimbang dan tidak ada yang terabaikan.

Namun, di balik itu semua, ia merasakan banyak kebahagiaan, tubuh yang lebih bugar, relasi yang semakin luas, serta kesempatan untuk terus belajar dan berbagi.

Dalam menjalani hidup, Sintya tidak memasang harapan yang muluk. Doa dan harapannya sederhana.

Semoga semua aktivitas yang dijalani baik keluarga, bisnis, maupun pekerjaan lainnya dapat berjalan lancar dan penuh keberkahan.

Bagi Sintya Sidharta, kebahagiaan sejati adalah ketika apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan berjalan selaras.

Ia percaya bahwa di titik terendah dalam hidup sekalipun, setiap orang memiliki kekuatan tak terduga di dalam dirinya kekuatan yang mampu mengubah dunia, dimulai dari diri sendiri.

Ia juga memaknai cinta sebagai sesuatu yang memberi tanpa meminta. Cinta mungkin membawa penderitaan, namun tidak pernah menyimpan dendam, tidak pernah membalas kebencian.

Karena baginya, di mana ada cinta, di situlah kehidupan menemukan maknanya.

Kisah Sintya Sidharta menjadi pengingat bahwa keseimbangan hidup bukan tentang memilih satu peran dan meninggalkan yang lain, melainkan tentang menjalani semuanya dengan kesadaran, ketulusan, dan cinta.

 

 

Source image: sintya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *