Nosel.id Jakarta- Lahir di Medan, tapi kenangan masa kecil Shanty Nasution justru terpahat kuat di Kota Tebing Tinggi, sebuah kota kecil yang ia sebut penuh sejarah dan kehangatan.
Di sanalah ia tumbuh besar, mengarungi hari-hari sebagai anak perempuan kedua yang diapit oleh kakak dan adik laki-laki.
Suasana kota kecil itu membentuk pengalaman masa kecilnya, meninggalkan kesan mendalam tentang kebersamaan dan rasa aman yang khas.
Latar belakang keluarga ini menjadi fondasi awal yang membentuknya, meski peran spesifiknya di tengah saudara laki-lakinya tak diungkapkan secara rinci, kecuali posisinya sebagai anak tengah perempuan.
Kini, Shanty menjalani keseharian dengan mengelola toko milik keluarganya. Aktivitas ini menjadi bagian penting dari rutinitasnya.
Namun, perjalanan hidupnya mengambil arah yang sangat personal dan transformatif ketika ia memutuskan untuk serius memasuki dunia kebugaran.
Keputusannya ini bermula dari sebuah tantangan kesehatan: Shanty adalah penderita obesitas tingkat 1.
Kondisi inilah yang mendorongnya untuk mencari solusi. Awalnya, ia mencoba berbagai jenis olahraga.
“Banyak olahraga yang saya sambangin,” kenangnya.

Namun, ketertarikannya akhirnya benar-benar terpikat oleh gym.
Dunia besi dan kardio itu bukan hanya menjadi tempat berolahraga, tapi pintu masuk untuk pemahaman yang lebih dalam tentang dirinya sendiri.
Keterikatannya pada gym mendorongnya untuk terus belajar, tak segan mengikuti berbagai workshop seputar olahraga demi benar-benar mengenali tubuhnya dan cara merawatnya dengan optimal.
Di balik semangatnya yang membara, Shanty juga mengakui adanya suka duka dalam perjalanannya ini.
Tantangan terbesarnya bukan terletak pada intensitas latihan itu sendiri, melainkan pada mempertahankan konsistensi di tengah kesibukan yang padat.
“Terkadang ada rasa lelah capek untuk tidak melakukan latihan,” ujarnya dengan jujur.
Waktunya harus terbagi secara cermat antara mengurus toko keluarga, yang tentu membutuhkan dedikasi, dan menyediakan ruang bagi hobinya atau lebih tepatnya, komitmennya, untuk berlatih di gym.
Perjuangan melawan rasa lelah dan menemukan keseimbangan antara tanggung jawab kerja dan komitmen pada kesehatan diri menjadi medan tempurnya sehari-hari.
Dari perjalanan transformasinya inilah lahir harapan besar Shanty: menginspirasi orang lain.

Ia sangat berharap agar pengalamannya bisa menjadi cambuk bagi teman-teman di luar sana yang juga mengalami obesitas.
Pesannya tegas dan penuh semangat:
“Bergerak dan melakukan perubahan buat diri sendiri.
Peduli dulu dengan diri sendiri, dan jangan pernah merasa tertinggal dengan setiap proses mu.”
Source image: shanty














